Kompas.com - 27/07/2018, 13:21 WIB
|

Sekelompok pakar dari Universitas Athena mengatakan, penataan kota wisata itu malah menjadikan tempat tersebut sebagai "perangkap api".

Akses kota ini ke laut terhalang tebing dan banyak bangunan dibangun di kawasan hutan dengan sarana keamanan yang amat minim.

Penelitian ini juga menemukan, jalan-jalan di kota itu amat sempit dan terdapat banyak jalan buntu.

Selain itu, rambu-rambu dan penunjuk jalan juga amat minim sehingga para pelancong pada kondisi darurat tidak mudah mencapai jalan utama.

Baca juga: Kebakaran Hutan di Yunani: 26 Jenazah Ditemukan di Halaman Vila

Kini, pemerintah Yunani sedang kesulitan melakukan identifikasi jenazah yang sebagian besar hangus.

Untuk mempercepat proses identifikasi, kepolisian federal Jerman mengirimkan tim spesialis foresnik ke Yunani.

Tim forensik Jerman ini sudah banyak bekerja di berbagai lokasi bencana termasuk tsunami Asia (2004), dan tabrakan pesawat Rusia dan pesawat kargo DHL pada 2002 yang menewaskan 71 orang.  

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber SCMP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.