Kompas.com - 27/07/2018, 11:15 WIB
Pembajak pesawat membunuh hampir 3.000 orang selama serangan terkoordinasi pada 11 September 2001. Serangan itu antara lain menarget menara kembar World Trade Center (WTC) di New York City, AS. Getty Images Pembajak pesawat membunuh hampir 3.000 orang selama serangan terkoordinasi pada 11 September 2001. Serangan itu antara lain menarget menara kembar World Trade Center (WTC) di New York City, AS.

NEW YORK, KOMPAS.com - Sisa jasad seorang pria yang tewas dalam tragedi serangan 11 September 2001 atau 9/11 di New York dapat teridentifikasi setelah 17 tahun berlalu.

Melansir dari CNN, Kamis (16/7/2018), tim medis New York berhasil mengidentifikasi jenazah tersebut sebagai Scott Michael Johnson.

Dia merupakan pria berusia 26 tahun yang bekerja di perusahaan investasi perbankan di gedung World Trade Center.

Baca juga: 16 Tahun Serangan ?9/11?: WTC Runtuh Bukan karena Tabrakan Pesawat?

Johnson menjadi korban ke-1.642 yang teridentifikasi dalam teror 9/11, sebuah tragedi yang menyebabkan hampir 3.000 orang tewas.

Kepala Medical Examiner, Barbara Sampson, mengatakan jasad Johnson dapat dikenali berkat menggunakan teknologi terbaru uji DNA.

"Pada 2001, kami membuat komitmen kepada keluarga korban bahwa kami akan melakukan apa pun yang diperlukan untuk mengidentifikasi orang yang mereka cintai," katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Identifikasi ini adalah hasil dari dedikasi yang tak kenal lelah dari staf kami terhadap misi yang masih berlangsung hingga kini," imbuhnya.

Kantor Medical Examiner menerima sekitar 20.000 sisa-sisa jenazah, yang kebanyakan sudah tidak utuh lagi.

Sampson menyatakan, masih ada lebih dari 1.100 jasad yang belum diidentifikasi.

Baca juga: Arab Saudi Danai Serangan Teror ?9/11? di AS, Ini Buktinya...

Dalam serangan 9/11, 19 orang membajak empat pesawat komersial AS dan menabrakkannya ke kota New York, Washington, dan Shanksville di Pennsylvania.

Sebanyak 2.997 orang tewas dalam insiden tersebut. Kebanyakan sisa jasad korban sulit dikenali karena terpapar efek panas dan kimia dari bahan bakar pesawat.

Namun, sistem uji DNA terbaru akan membantu pengujian sampel yang kualitasnya sudah menurun.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber CNN
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.