Kompas.com - 26/07/2018, 23:31 WIB

3. Menjalin Hubungan dengan Juan Peron
Pada 15 Januari 1944, sebuah gempa mengguncang San Juan, dan menewaskan 10.000 orang. Saat itu, Juan Peron yang berstatus Sekretaris Buruh menggagas rencana.

Untuk membantu korban, dia menggalang dana dengan cara membuat festival seni, dan mengundang pekerja seni baik radio atau film bergabung.

Sepekan setelah penggalangan dana, para penampil hadir dalam gala di Stadion Luna Park untuk menghibur korban gempa.

Pada gala yang digelar 22 Januari 1944 itulah, Eva bertemu dengan Peron yang juga adalah seorang perwira dengan pangkat Kolonel.

Baca juga: Hari Ini Dalam Sejarah: Pulpen Dipatenkan di Argentina

Mereka kemudian mulai menjalani hubungan dengan Eva pernah mengatakan hari-harinya bersama Peron sangatlah indah.

Saat itu, Peron berstatus duda berusia 48 tahun. Dia pernah menikah dengan Aurelia Tizon pada 1929 sebelum sang istri meninggal 1938.

Keduanya kemudian menikah pada 18 Oktober 1945. Saat itu, Peron mulai menunjukkan niatnya untuk maju sebagai Presiden Argentina.

4. Menjadi Ibu Negara Argentina
Jalan Peron menjadi presiden terganjal setelah di ditangkap pada 9 Oktober 1945 oleh lawan politiknya karena popularitasnya saat itu sangat kuat.

Pada 15 Oktober 1945, 350.000 orang berbaris di casa Rosada, Kantor Kepresidenan, menuntut agar Peron dibebaskan.

Tuntutan itu dikabulkan. Pada pukul 11.00 waktu setempat, Peron menginjakkan kaki di Casa Rosada, dan menyapa pendukungnya.

Setelah bebas, Peron kemudian bertarung pada Pemilihan Presiden 1946. Eva membantu suaminya dengan kampanye lewat siaran radio.

Dia membawakan pidato kuat dengan retorika yang sangat populis agar para buruh bersatu di bawah pergerakan Peron.

Baca juga: Argentina Batalkan Laga Persahabatan, Picu Kemarahan Menhan Israel

Meski dia adalah seorang aktris sukses, Eva menunjukkan sebagai pribadi yang ramah dengan merangkul kelas proletar.

Berkat kiprah Evita (Eva Kecil), Peron berhasil menang dan dikukuhkan sebagai presiden pada 4 Juni 1946.

Eva kemudian menjadi figur legendaris dalam kancah politik Argentina dengan kualitas retorika yang dibawakannya.

Meski tidak menempati jabatan secara resmi, Eva merupakan acting Menteri Bidang Kesehatan dan Perburuhan.

Langkah populisnya adalah menaikkan gaji para buruh yang langsung dibalas dengan dukungan kepada dia dan suaminya.

Selain itu, dia juga membentuk Yayasan Rva Peron yang pendanaannya berasal dari persatuan buruh, pengusaha, maupun dana nasional lain.

Yayasan itu bertugas mendirikan ribuan rumah sakit, sekolah, panti asuhan, panti, wreda, serta lembaga amal lain.

Eva bertanggung jawab untuk mendukung agar perempuan memperoleh hak politik, dan mendirikan Partai Feminin Peronista 1949.

Pada 1951, dia ditawari jabatan Wakil Presiden. Namun, militer kemudian mengintervensi, dan memaksanya untuk mundur.

Baca juga: Begini Para Pemimpin Perempuan Dunia Menanggapi Kemenangan Trump

Halaman:
Baca tentang
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.