Kompas.com - 26/07/2018, 20:35 WIB

Trump juga sempat mengutarakan niatnya untuk menarik pasukannya keluar dari Suriah, namun rencana tersebut ditentang para jenderal dan penasihat militernya.

Mereka berargumen, jika ditarik, maka kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) bisa kembali berkuasa.

Selain itu, AS juga mempunyai kewajiban untuk menangkal sekutu utama Assad yang ada di Timur Tengah, Iran.

Namun Konashenkov berujar, Iran dianggap legal di Suriah karena mereka diundang langsung oleh pemerintahan Assad.

Berbeda dengan AS dan sekutu Timur Tengah-nya seperti Arab Saudi, Qatar, maupun pasukan Turki yang dianggap penyusup.

Baca juga: Pemberontak Suriah di Daraa Serahkan Senjata Berat pada Pasukan Pemerintah

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber Newsweek
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.