Rusia kepada AS: Bekerja Sama dengan Kami atau Keluar dari Suriah

Kompas.com - 26/07/2018, 20:35 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin (kiri) bertemu dengan Presiden Suriah Bashar al-Assad di Sochi, Rusia, Kamis (17/5/2018). AFP / MIKHAIL KLIMENTYEV / SPUTNIKPresiden Rusia Vladimir Putin (kiri) bertemu dengan Presiden Suriah Bashar al-Assad di Sochi, Rusia, Kamis (17/5/2018).

MOSKWA, KOMPAS.com - Rusia meminta kepada Amerika Serikat ( AS) untuk bekerja sama dengan mereka menangani pemulihan Suriah.

Pernyataan itu diucapkan juru bicara Kementerian Pertahanan, Mayor Jenderal Igor Konashenkov, seperti dilansir Newsweek Rabu (25/7/2018).

Konashenkov menjawab Kepala Komando Pusat AS, Jenderal Joseph Votel, yang merespon pertemuan Presiden Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin 16 Juli lalu.

Baca juga: Berniat Bangun Suriah, Rusia Gunakan Pengalaman Saat Perang Dunia II


Dalam pertemuan di Helsinki, Finlandia itu, Trump berkata dia siap berkoordinasi dengan Rusia dalam memulangkan pengungsi Suriah.

Namun, Votel menolak permintaan Trump itu karena Rusia masih terus menunjukkan dukungan kepada Presiden Bashar al-Assad.

Konashenkov berkata, penolakan Votel itu tidak saja mendiskreditkan posisinya sebagai panglima angkatan bersenjata AS.

"AS juga tidak mempunyai legitimasi di Suriah. Operasi mereka bertentangan dengan hukum internasional dan AS juga," kata Konashenkov.

Karena keberadaan AS tidak sah, Konashenkov mengusulkan agar dianggap legal, maka mereka harus bekerja sama dengan Moskwa dan rezim Assad.

Kerja sama itu meliputi penyediaan bantuan, pemulangan para pengungsi konflik, serta memberikan tempat tinggal sementara bagi pengungsi itu.

"Jika Jenderal Votel menolaknya, jalan satu-satunya adalah AS tidak mengganggu proses perdamaian di Suriah," beber Konashenkov.

Trump juga sempat mengutarakan niatnya untuk menarik pasukannya keluar dari Suriah, namun rencana tersebut ditentang para jenderal dan penasihat militernya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Newsweek
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berusia 34 Tahun, Wanita asal Finlandia Ini Bakal Jadi Perdana Menteri Termuda di Dunia

Berusia 34 Tahun, Wanita asal Finlandia Ini Bakal Jadi Perdana Menteri Termuda di Dunia

Internasional
Reformasi Arab Saudi: Cabut Aturan Pemisahan Pria dan Wanita hingga Izinkan Turis Tak Menikah Menginap Bareng

Reformasi Arab Saudi: Cabut Aturan Pemisahan Pria dan Wanita hingga Izinkan Turis Tak Menikah Menginap Bareng

Internasional
Gunung Meletus di Pulau Selandia Baru, 5 Orang Tewas

Gunung Meletus di Pulau Selandia Baru, 5 Orang Tewas

Internasional
Arab Saudi Cabut Aturan Memisahkan Pria dan Wanita di Restoran

Arab Saudi Cabut Aturan Memisahkan Pria dan Wanita di Restoran

Internasional
Tentara Arab Saudi Menonton Video Penembakan Massal Sebelum Menyerang Pangkalan AL AS

Tentara Arab Saudi Menonton Video Penembakan Massal Sebelum Menyerang Pangkalan AL AS

Internasional
Kebakaran di Pabrik yang Diduga Ilegal di India, 43 Orang Tewas

Kebakaran di Pabrik yang Diduga Ilegal di India, 43 Orang Tewas

Internasional
Jelang Peringatan 6 Bulan Demo, Ratusan Ribu Orang Padati Jalanan Hong Kong

Jelang Peringatan 6 Bulan Demo, Ratusan Ribu Orang Padati Jalanan Hong Kong

Internasional
Korea Utara Gelar Uji Coba, Trump: Kim Jong Un Bisa Kehilangan Semuanya

Korea Utara Gelar Uji Coba, Trump: Kim Jong Un Bisa Kehilangan Semuanya

Internasional
Ditanya Apakah Benci Trump, Ketua DPR AS: Saya Mendoakannya Setiap Hari

Ditanya Apakah Benci Trump, Ketua DPR AS: Saya Mendoakannya Setiap Hari

Internasional
Korea Utara Klaim Gelar Tes yang 'Sangat Penting'

Korea Utara Klaim Gelar Tes yang "Sangat Penting"

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kalimat Terakhir Gadis Dibakar Hidup-hidup | Pria di China Gores Mobil BMW

[POPULER INTERNASIONAL] Kalimat Terakhir Gadis Dibakar Hidup-hidup | Pria di China Gores Mobil BMW

Internasional
'Saya Tak Ingin Mati, Saya Ingin Melihat Mereka Dihukum Mati'

"Saya Tak Ingin Mati, Saya Ingin Melihat Mereka Dihukum Mati"

Internasional
Beredar Foto Tentara Arab Saudi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola

Beredar Foto Tentara Arab Saudi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola

Internasional
Trump Tak Akan Masukkan Kartel Narkoba Meksiko sebagai Teroris

Trump Tak Akan Masukkan Kartel Narkoba Meksiko sebagai Teroris

Internasional
Dibakar Hidup-hidup oleh Si Pemerkosa, Gadis 23 Tahun di India Tewas

Dibakar Hidup-hidup oleh Si Pemerkosa, Gadis 23 Tahun di India Tewas

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X