Kompas.com - 26/07/2018, 18:57 WIB

WASHINGTON, KOMPAS.com - Korea Utara dikabarkan bakal segera mengembalikan sisa-sisa jenazah tentara Amerika Serikat yang menjadi korban tewas dalam Perang Korea pada 1950-1053.

Kantor berita Korea Selatan, Yonhap melaporkan pada Kamis (26/7/2018), proses pemulangan set sisa jenazah tentara AS itu sebagai bagian dari kesepakatan antara Presiden Donald Trump dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dalam pertemuan puncak di Singapura, Juni lalu.

Dikabarkan, pengiriman pertama akan dilakukan pada Jumat (27/7/2018) pekan ini, bertepatan dengan peringatan 65 tahun penandatanganan perjanjian gencatan senjata Perang Korea pada 1953.

Sisa-sisa jenazah tentara AS itu akan diterbangkan dari Bandara Kalma di Wonsan, Korea Utara menuju Pangkalan Udara Osan di selatan Seoul sebelum kemudian dibawa ke laboratorium forensik di Hawaii.

Baca juga: Korea Utara Segera Kembalikan 200 Set Kerangka Tentara AS

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo pekan lalu menyampaikan, proses pemulangan sisa jenazah tentara Amerika Serikat tersebut akan dimulai dalam waktu dekat.

Namun pihaknya tidak mengkonfirmasi laporan yang mengatakan gelombang pertama proses pemulangan untuk sekitar 50 set sisa jenazah tentara yang akan dilakukan pada Jumat (27/7/2018).

Persiapan untuk proses pemulangan jenazah tentara tersebut juga sebenarnya telah dimulai dengan pengiriman puluhan peti yang kini ditempatkan di sisi selatan perbatasan Korea.

Pejabat militer dari kedua negara juga telah bertemu pada pekan lalu di desa perbatasan Panmunjom untuk membahas rencana pemulangan.

Data dari Pentagon menyebutkan, lebih dari 35.000 tentara Amerika telah menjadi korban tewas selama perang di Semenanjung Korea. Dari jumlah tersebut sekitar 7.700 di antaranya masih dinyatakan hilang, termasuk 5.300 yang hilang di Korea Utara.

Antara 1990 dan 2005, sebanyak 229 set sisa jenazah tersebut telah dipulangkan dari Korea Utara.

Baca juga: Pulangkan Sisa Jenazah Tentara Korban Perang, AS Kirim 100 Peti Mati ke Korea

Operasi pemulangan tersebut ditanggungkan saat hubungan antara kedua negara memburuk karena Pyongyang yang terus melakukan pengembangan misil dan persenjataan nuklirnya.

Baru setelah terjadi pertemuan puncak antara Presiden Donald Trump dengan Kim Jong Un di Singapura, rencana pemulangan kembali dibahas.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.