Bola Hadiah Putin kepada Trump Mungkin Mengandung Alat Pemancar

Kompas.com - 26/07/2018, 17:11 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin memberikan bola Piala Dunia 2018 ke Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada konferensi pers bersama usai pertemuan di Istana Presiden di Helsinki, Finlandia, Senin (16/7/2018). (AFP/Yuri Kadobnov) Presiden Rusia Vladimir Putin memberikan bola Piala Dunia 2018 ke Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada konferensi pers bersama usai pertemuan di Istana Presiden di Helsinki, Finlandia, Senin (16/7/2018). (AFP/Yuri Kadobnov)

WASHINGTON, KOMPAS.com - Presiden Rusia Vladimir Putin memberikan sebuah bola sepak kepada Presiden AS Donald Trump saat konferensi pers usai pertemuan keduanya di Helsinki, Finlandia, pekan lalu.

Bola sepak bermerek Adidas tersebut kemungkinan besar berisi sebuah alat pemancar sebagai bagian dari fitur standar. Demikian diberitakan CNN.

Seperti dijelaskan dalam situs resmi Adidas, teknologi chip pemancar tersebut memberi pemilik bola akses ke sejumlah fungsi yang berbeda, termasuk informasi eksklusif terkait produk, konten sepak bola Adidas, kompetisi hingga tantangan khusus.

Laporan mengenai keberadaan chip pemancar tersebut pertama kali disampaikan oleh Bloomberg.

Meski demikian, dinas rahasia AS, Secret Service mengatakan dalam pernyataannya bahwa setiap benda atau hadiah yang diberikan kepada presiden akan melalui pemeriksaan keamanan secara menyuluruh.

Baca juga: Diplomasi Sepak Bola ala Putin Ketika Bertemu Trump

Belum ada pernyataan maupun komentar dari Gedung Putih terkait bola hadiah dari Putin tersebut.

Juga belum dapat dipastikan apakah bola yang diberikan Putin tersebut berisi perangkat seperti yang diiklankan. Namun meski benar ada chip pemancar, tak berarti hal tersebut menimbulkan risiko keamanan bagi AS.

Menurut situs Adidas, teknologi yang terpasang pada bola produksi mereka diaktifkan dengan near field communication, yang memungkinkan dua perangkat untuk bertukar data ketika saling terhubung saat berdekatan.

Pakar keamanan siber Scott Schober mengatakan, teknologi yang terpasang pada bola produksi Adidas yang dijual bebas tersebut tidak memungkinkan untuk misi spionase.

"Teknologi yang digunakan serupa dengan yang digunakan untuk pembayaran mobile dengan ponsel pintar. Jenis teknologi ini membutuhkan kedua perangkat sangat berdekatan, mungkin dalam jarak beberapa sentimeter."

"Seandainya ada yang memiliki maksud jahat menggunakan fitur teknologi dalam bola tersebut, mungkin mereka telah memilih cara yang salah," kata Schober.

"Selain itu mereka akan berhati-hati melihat setiap hadiah yang diterima. Mereka mungkin akan melakukan memindainya menggunakan sinar-X dan memeriksa apakah ada frekuensi yang dikeluarkan bola itu," tambahnya.

Adidas selaku produsen bola sepak tersebut tidak segera memberikan pernyataannya tentang apakah chip dalam bola dapat dikategorikan sebagai alat peretas.

Baca juga: Dikritik, Trump Ralat Pernyataannya Saat Konferensi Pers Bersama Putin

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber CNN
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Media Internasional Ulas Jokowi yang Tunjuk Saingan Beratnya Prabowo Subianto sebagai Menhan

Media Internasional Ulas Jokowi yang Tunjuk Saingan Beratnya Prabowo Subianto sebagai Menhan

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Video Rudal S-400 Rusia Hancurkan Target | Kaisar Naruhito Lengkapi Ritual Penobatan

[POPULER INTERNASIONAL] Video Rudal S-400 Rusia Hancurkan Target | Kaisar Naruhito Lengkapi Ritual Penobatan

Internasional
Pria Marah Ini Pukul dan Tendang Bus yang Meninggalkannya

Pria Marah Ini Pukul dan Tendang Bus yang Meninggalkannya

Internasional
Pangeran Harry Mengaku Kerap Tak Sejalan dengan Pangeran William

Pangeran Harry Mengaku Kerap Tak Sejalan dengan Pangeran William

Internasional
Bekerja sebagai PSK, Wanita di India Dibunuh Menantu yang Juga Kekasihnya

Bekerja sebagai PSK, Wanita di India Dibunuh Menantu yang Juga Kekasihnya

Internasional
TikTok Hapus Video Propaganda ISIS

TikTok Hapus Video Propaganda ISIS

Internasional
Rusia Rilis Video Sistem Rudal S-400 Sedang Beraksi Menghancurkan Target

Rusia Rilis Video Sistem Rudal S-400 Sedang Beraksi Menghancurkan Target

Internasional
Sedang Bermain Pokemon Go, Gadis Ini Tewas Ditembak di Kepala

Sedang Bermain Pokemon Go, Gadis Ini Tewas Ditembak di Kepala

Internasional
AS Kerahkan Satu Batalion Pasukan dan Puluhan Tank ke Lithuania

AS Kerahkan Satu Batalion Pasukan dan Puluhan Tank ke Lithuania

Internasional
Viral Demonstran Lebanon Bernyanyi 'Baby Shark' kepada Bayi, Bagaimana Ceritanya?

Viral Demonstran Lebanon Bernyanyi "Baby Shark" kepada Bayi, Bagaimana Ceritanya?

Internasional
Warga Kurdi Suriah Lempari Kendaraan Militer AS dengan Batu dan Tomat Busuk

Warga Kurdi Suriah Lempari Kendaraan Militer AS dengan Batu dan Tomat Busuk

Internasional
Menderita 'Sakit Tak Tertahankan', Duterte Persingkat Kunjungan ke Jepang

Menderita "Sakit Tak Tertahankan", Duterte Persingkat Kunjungan ke Jepang

Internasional
PM Kanada Justin Trudeau Kembali Terpilih dalam Pemilu Meski Menang Tipis

PM Kanada Justin Trudeau Kembali Terpilih dalam Pemilu Meski Menang Tipis

Internasional
Penyandang Disabilitas Ini Diminta 'Lepaskan Celana' oleh Petugas Bandara India

Penyandang Disabilitas Ini Diminta "Lepaskan Celana" oleh Petugas Bandara India

Internasional
Trump 'Siap' Kerahkan Militer Lawan Turki demi Melindungi Kurdi Suriah

Trump "Siap" Kerahkan Militer Lawan Turki demi Melindungi Kurdi Suriah

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X