Pemberontak Houthi Serang Kapal Tanker Minyak Saudi di Laut Merah

Kompas.com - 25/07/2018, 23:12 WIB
Sebuah kapal merapat ke Pelabuhan Hodeidah yang terletak di Yaman (26/11/2017). Pelabuhan yang tengah dikuasai kelompok pemberontak Houthi kini dibuka selama satu bulan untuk mempermudah bantuan kemanusiaan masuk ke Yaman. Abdo Hyder/AFPSebuah kapal merapat ke Pelabuhan Hodeidah yang terletak di Yaman (26/11/2017). Pelabuhan yang tengah dikuasai kelompok pemberontak Houthi kini dibuka selama satu bulan untuk mempermudah bantuan kemanusiaan masuk ke Yaman.

RIYADH, KOMPAS.com - Kelompok pemberontak Yaman, Houthi, menyerang sebuah kapal tanker pengangkut minyak milik Arab Saudi saat berlayar di Laut Merah, pada Rabu (25/7/2018).

Meski demikian serangan tersebut tidak menimbulkan kerusakan berarti pada kapal. Demikian disampaikan koalisi pimpinan Arab Saudi dalam pernyataannya.

" Kapal tanker minyak itu mengalami kerusakan kecil, namun milisi (Houthi) hampir menyebabkan bencana lingkungan," kata koalisi dilansir AFP.

Namun tidak diterangkan secara rinci mengenai kapal tanker tersebut maupun kerusakan yang dialami.

Baca juga: Presiden Yaman Desak Penarikan Total Pasukan Houthi dari Hodeidah

Media pemerintah Saudi memberitakan kapal tanker minyak tersebut telah menjadi sasaran kelompok teroris Houthi-Iran.

Sebelumnya, stasiun televisi pro-Houthi, Al Masirah mengatakan bahwa kelompok pemberontak telah menargetkan sebuah kapal perang Saudi, Al-Dammam.

Koalisi pimpinan Arab Saudi berulang kali telah mengecam kendali pemberontak di kota pelabuhan Hodeidah, yang akan mengancam kapal-kapal di Laut Merah, yang menjadi rute pengiriman utama perdagangan dunia.

"Serangan teroris ini merupakan ancaman berbahaya terhadap kebebasan navigasi dan perdagangan internasional di Laut Merah," kata juru bicara koalisi, Turki al-Maliki dalam pernyataannya kepada kantor berita Saudi, SPA.

"Pelabuhan Hodeidah masih menjadi titik awal serangan teroris," tambah pernyataan itu.

Baca juga: Kelompok Houthi Isyaratkan Serahkan Kendali Pelabuhan Hodeidah ke PBB

Pasukan pro-pemerintah Yaman yang didukung koalisi pimpinan Saudi saat ini tengah menghentikan serangan mereka ke kota pelabuhan Hodeidah demi memberi waktu dalam upaya perdamaian yang ditengahi PBB.

Sementara Uni Emirat Arab (UEA), yang memimpin serangan ke Hodeidah, memperingatkan kepada kelompok pemberontak bahwa serangan akan dilanjutkan demi membebaskan kota pelabuhan apabila upaya negosiasi gagal.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Manajer Sidang Pemakzulan: Trump Menipu guna Menangi Pilpres AS 2020

Manajer Sidang Pemakzulan: Trump Menipu guna Menangi Pilpres AS 2020

Internasional
Pemakzulan Trump: Demokrat Tolak Tawaran 'Pertukaran Saksi'

Pemakzulan Trump: Demokrat Tolak Tawaran "Pertukaran Saksi"

Internasional
Tak Sengaja Berikan Kunci Mobil Saat Kampanye, Politisi Peru Ini Minta Bantuan Netizen

Tak Sengaja Berikan Kunci Mobil Saat Kampanye, Politisi Peru Ini Minta Bantuan Netizen

Internasional
Berkunjung ke Gereja di Yerusalem, Presiden Perancis Berteriak ke Keamanan Israel

Berkunjung ke Gereja di Yerusalem, Presiden Perancis Berteriak ke Keamanan Israel

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kesaksian Pengantin Pesanan China | Gadis di Gresik Tulis Surat ke PM Australia

[POPULER INTERNASIONAL] Kesaksian Pengantin Pesanan China | Gadis di Gresik Tulis Surat ke PM Australia

Internasional
Ibu di India Ini Jual Rambut Rp 28.000 demi Beri Makan 3 Anaknya

Ibu di India Ini Jual Rambut Rp 28.000 demi Beri Makan 3 Anaknya

Internasional
Berhubungan Seks Saat Jam Kerja, Polisi di New York Ini Dipindahtugaskan

Berhubungan Seks Saat Jam Kerja, Polisi di New York Ini Dipindahtugaskan

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona di China Bertambah Jadi 9 Orang, Disebut Bisa Bermutasi

Korban Meninggal Virus Corona di China Bertambah Jadi 9 Orang, Disebut Bisa Bermutasi

Internasional
Debat Lebih dari 12 Jam, Senat AS Setujui Aturan Sidang Pemakzulan Trump

Debat Lebih dari 12 Jam, Senat AS Setujui Aturan Sidang Pemakzulan Trump

Internasional
Pengakuan Pengantin Pesanan di China: 2 Kali Menikah, Sering Dipukuli

Pengakuan Pengantin Pesanan di China: 2 Kali Menikah, Sering Dipukuli

Internasional
Putra Mahkota MBS Dituding Retas Ponsel Jeff Bezos, Arab Saudi Beri Jawaban

Putra Mahkota MBS Dituding Retas Ponsel Jeff Bezos, Arab Saudi Beri Jawaban

Internasional
Permalukan Orang Pakai Piyama di Jalan, Kota di China Meminta Maaf

Permalukan Orang Pakai Piyama di Jalan, Kota di China Meminta Maaf

Internasional
Putra Mahkota Arab Saudi Disebut Retas Ponsel Orang Terkaya Dunia pada 2018

Putra Mahkota Arab Saudi Disebut Retas Ponsel Orang Terkaya Dunia pada 2018

Internasional
Kisah Pengantin Pesanan China: Anak Saya Diejek Anak Pelacur

Kisah Pengantin Pesanan China: Anak Saya Diejek Anak Pelacur

Internasional
Keluarga Editor Mongabay Philip Jacobson yang Ditahan di Indonesia Sudah Diberi Tahu

Keluarga Editor Mongabay Philip Jacobson yang Ditahan di Indonesia Sudah Diberi Tahu

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X