Kompas.com - 25/07/2018, 10:33 WIB
McDonalds SHUTTERSTOCKMcDonalds

MUMBAI, KOMPAS.com - Sejumlah pihak berlomba untuk mendorong penggunaan bahan bakar nabati guna mengganti peran bahan bakar fosil, tak terkecuali restoran siap saji McDonald's.

Perusahaan waralaba untuk McDonald's di India bagian barat dan selatan, Hardcastle Restaurants Pvt Ltd (HRPL), menggunakan biodiesel dari minyak goreng bekas atau jelantah untuk menggerakkan armada truk pengirimannya di Mumbai.

Melansir dari CNBC, Selasa (24/7/2018), program biodesel diujicobakan pada tahun lalu dan sekarang sudah mencakup 85 restoran McDonald's di Mumbai.

Baca juga: Masih Pakai Plastik, McDonalds dan Starbucks Mumbai Dijatuhi Denda

Lebih dari 35.000 liter jelantah diubah menjadi biodiesel setiap bulannya. Dengan begitu, perusahaan akan menghemat 420.000 liter setiap tahun.

HRPL merupakan anak perusahaan Westlife Development Limited, yang terdaftar di Bursa Efek Bombay.

Hingga September 2017, Westlife Development Limited melalui HRPL mengelola 265 restoran McDonald di 36 kota di India.

"Kami sangat yakin akan melindungi lingkungan dan membuat keberlanjutan sebagai bagian penting dalam operasional kami di India," kata wakil direktur Westlife Development, Amit Jatia.

"Ini hanyalah awal dan kami akan terus menjaga lingkungan," imbuhnya.

Diwartakan Times of India, direktur rantai pasok HRPL Vikram Ogale menyatakan, progam penggunaan jelantah sebagai bahan bakar akan melingkupi 277 gerai restoran McDonald's.

Asosiasi Biodiesel India menyambut baik langkah McDonald's mengkampanyekan program tersebut.

"Semua perusahaan makanan harus belajar dari inisiatif ini dan menerapkannya pada model bisnis mereka masing-masing," kata presiden Asosiasi Biodiesel India Sandeep Chaturvedi.

Baca juga: McDonalds di Inggris Ganti Sedotan Plastik dengan Bahan Kertas

Seperti diketahui, McDonald's memiliki rencana ambisius terkait perlindungan dan pengelolaan lingkungan.

Di Inggris, perusahaan asal Amerika Serikat itu telah menggunakan biodiesel sebagai bahan bakar armada pengirimannya selama 10 tahun.

Secara global, McDonald's ingin memangkas emisi gas rumah kaca dari restoran dan perkantoran perusahaan itu hingga 36 persen pada 2030.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X