Korsel Berencana Kurangi Pasukan di Perbatasan Korut

Kompas.com - 24/07/2018, 16:34 WIB
Tentara Korea Selatan tampak berjaga di perbatasan Korea di Desa Panmunjom. AFP / JUNG YEON-JETentara Korea Selatan tampak berjaga di perbatasan Korea di Desa Panmunjom.

SEOUL, KOMPAS.com - Korea Selatan ( Korsel) dilaporkan berencana mengurangi pasukannya di kawasan perbatasan dengan Korea Utara ( Korut).

Langkah itu diambil setelah pertemuan Pemimpin Korut Kim Jong Un dengan Presiden Korsel Moon Jae In di Panmunjom, 27 April lalu.

Dilansir AFP Selasa (24/7/2018), Kementerian Pertahanan mengatakan mereka berencana menarik sejumlah personel dan peralatan sebagai uji coba.

Baca juga: Korsel-Korut Bakal Bahas Penghapusan Pasukan di Zona Demiliterisasi

Dalam laporan kepada parlemen, kemenhan Korsel nantinya bakal mempercepat proses penarikan pasukan skala besar dari zona demiliterisasi.

"Selain itu, kami juga berencana melakukan penelitian sisa sejarah dan survei ekologi di sana," demikian laporan kemenhan.

Sejak Perang Korea 1950-1953 berakhir dengan gencatan senjata, zona demiliterisasi berfungsi sebagai daerah penyangga.

Namun, dalam pertemuan 27 April, Kim dan Moon sepakat menjadikan kawasan perbatasan itu menjadi "zona damai" dan menghentikan segala bentuk provokasi.

Penarikan personel dan persenjataan juga bakal dilaksanakan di Area Keamanan Gabungan (JSA) dengan berlandaskan "semangat gencatan senjata".

Setelah bertemu dengan Moon, Kim bertatap muka dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Hotel Capella, Singapura.

Dalam pertemuan yang terjadi pada 12 Juni lalu itu, Kim sepakat untuk menggelar denuklirisasi total di Semenanjung Korea.

Selain itu, Korut dan AS bakal bekerja sama untuk memulangkan kerangka pasukan AS yang tewas dalam Perang Korea.

Baca juga: Militer Korsel Tembaki Pasukan Korut yang Melintasi Zona Demiliterisasi



Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X