Kompas.com - 24/07/2018, 13:57 WIB
|

TORONTO, KOMPAS.com - Kepolisian Toronto, Senin (23/7/2018), mengidentifikasi pelaku penembakan yang menewaskan dua orang dan melukai 13 lainnya pada Minggu (22/7/2018).

Polisi menyebut, pelaku penembakan adalah Faisal Hussain, pria berusia 29 tahun warga kota Toronto, Kanada.

Polisi menyebut keputusan merilis identitas penembak disebabkan kondisi khusus insiden tersebut dan keinginan publik untuk mengetahui identitas pelaku.

Baca juga: Penembakan di Toronto, 1 Orang Tewas, 13 Lainnya Terluka

Sementara itu, orangtua pelaku dalam pernyataannya yang dipublikasikan CBC News, mengecam aksi Faisal dan menyebut pria itu memiliki masalah kejiwaan.

"Putra kami memiliki masalah kejiwaan. Dia berjuang melawan psikosis dan depresi di sepanjang hidupnya," demikian pernyataan keluarga pelaku.

"Upaya penanganan dari para profesional tidak berhasil. Pengobatan dan terapi juga tak bisa menyembuhkannya," tambah mereka.

"Di saat kami berusaha untuk mencari pertolongan agar dia bisa keluar dari penderitaan, kami tak membayangkan dia mengakhiri semuanya dengan cara yang menghancurkanseperti ini," lanjut keluarga Faisal.

Sebuah rekaman video yang ditayangkan berbagai media di Kanada memperlihatkan Faisal yang mengenakan pakaian serba hitam, berjalan di trotoar, dan tiba-tiba mencabut pistol.

Dia kemudian melepaskan sejumlah tembakan ke arah sebuah restoran yang sedang dipadati pengunjung.

Kepala Kepolisian Toronto Mark Saunders mengatakan, seorang remaja perempuan berusia 18 tahun dan anak perempuan 10 tahun tewas dalam insiden penembakan itu.

Beberapa jam setelah aksi penembakan itu, polisi menangkap seorang pria yang mencoba menikam seorang penjaga gedung parlemen di ibu kota Ottawa.

Baca juga: Penembakan di Kanada Lukai 9 Orang, Pelaku Tewas

Pria itu dapat ditangkap dan tidak ada korban dalam insiden percobaan penusukan itu.

Sejauh ini belum terdapat penjelasan resmi apakah insiden penikaman di Ottawa dan penembakan di Toronto memiliki keterkaitan.

"Di tahap awal investigasi ini, kami belum banyak mengetahui. Masih terlalu dini untuk menyimpulkan," ujar Saunders.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.