Kompas.com - 23/07/2018, 23:00 WIB

3. Dinobatkan sebagai Kaisar
Tafari mulai mendapat tangan ketika Balcha Safo datang ke Addis Ababa dengan sejumlah besar pasukan.

Saat datang, Safo memberi hormat kepada Kaisar Zewditu sehingga si kaisar mencoba menjatuhkan Tafari dengan tuduhan pengkhianatan.

Puncaknya adalah September 1928, terjadi percobaan untuk menggulingkan Tafari sebagai Putra Mahkota yang sah.

Percobaan itu gagal di mana pemimpin serangan malah bersembunyi di mausoleum Menelek II karena dikelilingi pengikut Tafari.

Baca juga: Bus Terjun ke Tanggul di Etiopia, 38 Penumpang Tewas

Kaisar Zewditu mengalah. Pada 7 Oktober 1928, dia menggelar penobatan kepada Tafari dengan gelar Negus (Raja).

2 April 1930, Zewditu meninggal karena mengalami demam dan komplikasi dari penyakit diabetes yang dideritanya.

Namun, rumor merebak dia meninggal setelah mendengar suaminya, Ras Gugsa Welle, terbunuh dalam Perang Anchem melawan pasukan Tafari.

Dengan mangkatnya Zewditu, Tafari kemudian dinobatkan sebagai Kaisar Etiopia dengan nama Haile Selassie pada 2 November 1930.

Penobatan itu dihadiri sejumlah penguasa maupun pejabat dunia antara lain Duke of Gloucester Inggris, dan Pangeran Udine mewakili Kerajaan Italia.

Pada 16 Juli 1931, Haile Selassie memperkenalkan konstitusi modern pertama Etiopia yang membatasi kekuasaan parlemen.

Selama masa pemerintahannya, dia memperkuat polisi, mengenalkan sekolah provinsi, dan melarang pajak feodal.

Baca juga: Etiopia Sahkan Larangan Adopsi Anak oleh Warga Asing

3. Konflik dengan Italia dan Diasingkan
Etiopia menjadi target dari rezim Fasis Italia di bawah pimpinan Benito Mussolini yang bangkit pada dekade 1930-an.

Italia bermaksud membalas dendam atas kekalahan mereka dalam Perang Italo-Abyssinian I yang berlangsung 1895-1896 dan Perang Adwa.

Perang Italo-Abyssinian II dimulai pada 3 Oktober 1935 ketika Italia melakukan invasi di Walwal, Provinsi Ogeden.

5 Mei 1936, Italia mengklaim memenangkan perang ketika tentara pimpinan Marsekal Pietro Badoglio memasuki Adis Ababa.

Mussolini kemudian mendeklarasikan Etiopia sebagai bagian dari provinsi Italia dengan mengangkat Victor Emanuel III sebagai Kaisar Etiopia.

Selassie dilengserkan dari tahta dan diasingkan ke Bath, Inggris. Sebelum diasingkan, dia mengangkat sepupunya, Ras Imru Haile Selassie sebagai Wali Kuasa.

Dia kemudian meminta bantuan Liga Bangsa-bangsa melalui pidato yang menyentuh di Jenewa, Swiss, pada 30 Juni 1936.

Ketika Perang Dunia II berkecamuk, dia meminta bantuan Inggris untuk membentuk pasukan berisi orang Etiopia yang diasingkan di Sudan.

Di 18 Januari 1941 saat perang di Front Afrika Timur, Selassie menyeberangi perbatasan Sudan-Etiopia menuju desa Um Iddla.

Dia kemudian memasuki Addis Ababa pada 5 Mei 1941 setelah Italia kalah dari pasukan gabungan Inggris, Persemakmuran, Perancis, Belgia, dan Etiopia.

Baca juga: PM Etiopia Umumkan Pembebasan Tahanan Politik

4. Periode Kedua Kekuasaan
Setelah kembali bertahta, Selassie kemudian melakukan serangkaian pergerakan untuk memodernisasi Etiopia.

Pada 27 Agustus 1942, dia mengumumkan adanya hukum awal soal penghapusan dan memberi hukuman mati bagi pelaku perdagangan manusia.

Dia juga memperkenalkan skema pajak progresif. Namun, rencananya mendapat tantangan dari kaum bangsawan sehingga dia terpaksa mengadopsi skema datar.

Saat merayakan 25 tahun dia berkuasa, Selassie memperkenalkan konstitusi baru pada November 1955.

Konstitusi tersebut memperluas partisipasi publik untuk berpolitik dengan membentuk majelis rendah di parlemen.

Selain itu, melalui konstitusi tersebut, semua orang sama di mata hukum. Namun di sisi lain, konstitusi itu juga mengukuhkan tahtanya.

Dia memainkan peranan penting dalam kancah politik Afrika dengan mendirikan Organisasi Persatuan Afrika pada 1963.

Baca juga: Pemerintah Etiopia Blokir Akses Internet Mobile, Ada Apa?

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.