Kompas.com - 23/07/2018, 23:00 WIB

KOMPAS.com - Haile Selassie merupakan Kaisar Etiopia yang memerintah dari 2 April 1930 hingga 12 September 1974.

Dia dikenal sebagai kaisar yang melakukan modernisasi terhadap Etiopia baik di sektor sosial, ekonomi, maupun pendidikan.

Di bawah kepemimpinan Selassie, Etiopia menjadi kekuatan politik berpengaruh di Afrika pasca-Perang Dunia II.

Baca juga: Penerbangan Komersial dari Etiopia ke Eritrea Kembali Dibuka setelah 20 Tahun

Dia membawa Etiopia masuk ke Liga Bangsa-bangsa sebelum kemudian menjadi PBB, dan Organisasi Persatuan Afrika (kini Uni Afrika).

Pengaruh Selassie sampai di Jamaika di mana sang kaisar diyakini sebagai juru selamat, dan memunculkan pergeraka bernama Rastafari.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut merupakan biografi dari kaisar yang dianggap "Tuhan-nya" Rastafari tersebut.

1. Masa Kecil
Lij Tafari Makonnen lahir pada 23 Juli 1892 di desa Ejersa Goro, Provinsi Harar. Dia anak dari Ras (Pangeran) Makonnen Woldemikael Gudessa.

Dia berasal dari Dinasti Solomon yang diyakini merupakan keturunan tokoh Alkitab, Raja Solomon (Salomo) dari Israel, dan Ratu Sheba.

Bersama dengan sepupunya Imru Haile Selassie, Tafari mendapatkan pendidikan di bawah bimbingan misionaris Perancis.

Di usia muda, Tafari menunjukkan keunggulan intelektual sehingga mendapat jabatan sebagai gubernur di Sidamo pada 1907.

Kematian saudaranya, Yelma, membuat jabatan gubernur di Harar kosong sementara ayah mereka meninggal setahun sebelumnya.

Jabatan tersebut sempat diisi oleh jenderal kepercayaan dari Kaisar Menelek II, Dejazmach Balcha Safo.

Namun, pemerintahannya yang tak efektif membuat Safo dicopot, sehingga Tafari menggantikannya pada 1911.

Baca juga: Lanjutkan Proses Damai, Eritrea Kembali Buka Kedutaan di Etiopia

2. Mendapat Jabatan sebagai Wali Raja
Ketika Menelek II meninggal pada 1913, cucunya Lij Iyasu naik menggantikannya. Namun, dia disorot karena dianggap tak cakap dan terlalu dekat dengan salah satu kalangan.

Tafari kemudian bergabung dengan pergerakan yang berhasil menggulingkan Iyasu di 1916 yang kemudian dipenjara seumur hidup.

Putri Menelek II, Zewditu, kemudian naik menjadi kaisar pada 1917 di mana Tafari menjadi wali sekaligus putra mahkota.

Ketika pemerintahn Zewditu terkesan konservatif, Tafari menjadi idola kaum muda Etiopia karena sangat progresif.

Antara lain pada 1923, di mana Tafari sukses mendaftarkan Etiopia sebagai anggota dari Liga Bangsa-bangsa.

Di tahun yang sama, dia menjadi salah satu penguasa Etiopia pertama yang berkunjung ke luar negeri seperti Roma, Paris, dan London.

Baca juga: Massa Pendukung PM Etiopia Dilempar Granat, 83 Orang Terluka

Halaman:
Baca tentang
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.