Kompas.com - 23/07/2018, 19:30 WIB
Presiden AS Donald Trump memberikan pernyataan di Gedung Putih, Washington DC, mengenai agresi militer terhadap Suriah, Jumat (13/4/2018). AFP PHOTO/MANDEL NGANPresiden AS Donald Trump memberikan pernyataan di Gedung Putih, Washington DC, mengenai agresi militer terhadap Suriah, Jumat (13/4/2018).

TEHERAN, KOMPAS.com - Seorang jenderal Iran menyikapi santai ancaman yang dilontarkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Kepala Milisi Basij, Jenderal Gholam Hossein Gheypour berujar, Trump tidak pada posisi untuk menentang Iran.

"Pernyataannya hanya merupakan perang urat saraf saja," kata Gheypour seperti diberitakan AFP Senin (23/7/2018).

Baca juga: Menlu AS Sebut Para Pemimpin Iran Sama dengan Mafia

Komandan satu dari Garda Revolusi Iran itu menanggapi twit Trump yang mengatakan kepada Iran untuk tidak mengancam AS.

Jika tidak, Trump menegaskan Iran bakal menanggung akibatnya seperti yang sudah diderita oleh negara lain.

"Siapapun yang percaya dengan perang urat saraf presiden konyol ini bakal tahu AS hanya puas dengan kehancuran kami," tegas Gheypour.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dia menambahkan, seluruh pasukan dan rakyat Iran bakal membela negara mereka jika diserang oleh musuh.

Selain Gheypour, sebagian warga Iran menyatakan mereka tidak ingin negara mereka kembali mengalami revolusi seperti yang terjadi 1979 silam.

Seorang psikolog anak, Haleh dari utara Teheran berujar, saat ini masyarakat Iran saat ini tengah dilanda krisis.

"Namun, kami tidak ingin negara Barat memaksakan sebuah revolusi yang bisa mengganggu keteraturan ini," tutur Haleh.

Dia mengatakan saat ini Iran harus melakukan perubahan. Namun, perubahan tersebut harus dilakukan tanpa kekerasan.

Pendapat yang sama juga disuarakan oleh pekerja kantoran bernama Firouzeh. Dia berkata, saat ini rakyat Iran masih menanggung konsekuensi akibat revolusi.

"Memang kami butuh perubahan. Namun bukan perubahan rezim. Apakah kami terlihat seperti butuh revolusi lagi?" keluh Firouzeh.

Baca juga: Trump ke Presiden Iran: Jangan Pernah Mengancam AS Lagi



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X