Kompas.com - 23/07/2018, 13:35 WIB
Foto yang diambil pada 16 Juni 2017 ini memperlihatkan para pelajar India menggelar unjuk rasa menentang pajak 12 persen untuk produk-produk kewanitaan. DIBYANGSHU SARKARFoto yang diambil pada 16 Juni 2017 ini memperlihatkan para pelajar India menggelar unjuk rasa menentang pajak 12 persen untuk produk-produk kewanitaan.
|

NEW DELHI, KOMPAS.com - Pemerintah India, Sabtu (20/7/2018) memutuskan untuk mencabut pajak 12 persen untuk berbagai produk kesehatan perempuan.

Keputusan ini menjadi sebuah kemenangan bagi kelompok-kelompok yang mengampenyekan pencabutan pajak kontroversial ini sejak satu tahun lalu.

"Para perempuan India akan sangat gembira mendengar pencabutan pajak produk-produk kesehatan perempuan ini," kata penjabat Menteri Keuangan India Piyush Goyal.

Baca juga: Pemilik Mobil Mewah yang Tunggak Pajak Juga Nikmati Pembebasan Denda

Keputusan ini adalah bagian dari pemangkasan pajak untuk sejumlah komoditas di bawah undang-undangbaru  pajak barang dan jasa.

Undang-undang yang diterbitkan pada Juli tahun lalu ini membuat untuk pertama kalinya dalam sejarah seluruh 29 negara bagian India berada di bawah satu sistem perpajakan yang sama.

Awalnya, barang-barang yang dikenai pajak berbeda di setiap negara bagian yang berimbas pada lambatnya pergerakan barang antaregara bagian.

Kini semua barang yang dijual di India dikenai pajak yang sama, dibagi dalam lima jenis pajak mulai dari nol hingga 28 persen.

Namun, alat-alat kesehatan perempuan, seperti pembalut yang harganya antara Rp 1.000 hingga Rp 2.500 per buah dikenai pajak 12 persen.

Keputusan ini memicu protes kelompok pembela hak-hak perempuan dan anggota parlemen India Sushmita Dev mengajukan petisi penolakan yang ditandatangani 400.000 orang.

Pada Sabtu lalu, lewat akun Twitter-nya, Dev mengucapkan terima kasih kepada mereka yang mendukung upaya mencabut pajak pembalut ini.

Halaman:


Sumber CNN
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X