Kompas.com - 20/07/2018, 20:34 WIB

WASHINGTON, KOMPAS.com - Pemerintah AS berencana untuk mengizinkan Presiden Taiwan Tsai Ing-wen untuk transit di bandara di kota-kota bagian selatan saat melakukan perjalanan ke Paraguay, bulan depan.

Namun menurut sebuah sumber yang memiliki hubungan dekat dengan otoritas AS maupun Taiwan, Presiden Tsai tetap tidak dapat melewati bandara di kota-kota dengan profil tinggi, seperti Washington atau New York.

Melansir dari SCMP, Taipei telah mengkonfirmasi pada Selasa (17/7/2018) bahwa Presiden Tsai menerima undangan untuk menghadiri pelantikan Mario Benitez sebagai presiden Paraguay, pada 15 Agustus mendatang.

Paraguay merupakan satu-satunya negara di Amerika Selatan yang memiliki hubungan diplomatik penuh dengan Taipei.

Baca juga: Presiden Taiwan Ajak Negara-negara Bangkit Melawan China

Menurut sumber, Presiden Tsai akan diperbolehkan menggunakan bandara di Houston, Texas atau Miami, Florida, sebagai bandara transit sebelum melanjutkan penerbangan ke Paraguay.

Rencana AS mengizinkan penggunaan bandara di wilayahnya dilihat sebagai bentuk dukungan Washington terhadap pemerintahan pulau tersebut.

Namun demikian, demi menghindari perselisihan yang lebih jauh dengan Beijing, pemerintahan Presiden Donald Trump akan tetap menutup kemungkinan digunakannya bandara di Washington dan New York.

Meski ada pihak yang menyebut bandara di New York masih memungkinkan karena memiliki sejarah pernah menjadi tuan rumah untuk kunjungan pemimpin Taiwan.

Sumber tersebut mengatakan, kedua pemerintahan belum memutuskan kota mana yang akan dipilih sebagai lokasi transit pesawat kepresidenan Taiwan.

"Mungkin juga Presiden Tsai akan singgah di tempat yang sebelumnya belum pernah dikunjungi," kata sumber.

Jika benar Presiden Tsai berhenti di bandara AS, hal tersebut berpotensi membawa Taiwan lebih jauh ke tengah ketegangan geopolitik antara AS dengan China, yang juga sedang terlibat perang perdagangan.

Baca juga: Taiwan Sahkan Undang-undang Pemotongan Uang Pensiun Veteran Perang

Dalam sebuah email yang dikirimkan Departemen Luar Negeri AS, pada Kamis (19/7/2018), mengatakan bahwa Amerika Serikat akan memfasilitasi, dari waktu ke waktu, perwakilan dari otoritas Taiwan untuk transit di AS.

Beijing secara tegas menentang langkah yang diambil AS, mengingat masih menganggap Taiwan sebagai bagian dari China. Namun pemerintah negara pulau tersebut menolak kebijakan "Satu China", terutama sejak Tsai menjabat sebagai presiden pada Mei 2016.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber SCMP
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.