Kompas.com - 20/07/2018, 19:11 WIB
Kepala tim keamanan Presiden Emmanuel Macron, Alexandre Benalla. AFP/CHRISTOPHE ARCHAMBAULTKepala tim keamanan Presiden Emmanuel Macron, Alexandre Benalla.
|

PARIS, KOMPAS.com - Salah satu pengawal Presiden Perancis Emmanuel Macron menjadi pusat sebuah skandal setelah terekam video menyerang seorang peserta unjuk rasa Hari Buruh.

Pada Kamis (19/7/2018) harian Le Monde mempublikasikan sebuah video yang memperlihatkan Alexandre Benalla menyerang dan menginjak-injak seorang pemuda pengunjuk rasa.

Selain itu, saat melakukan serangan Benalla mengenakan helm kepolisian dan pelindung wajah dalam insiden pada demonstrasi Hari Buruh itu.

Baca juga: Macron Tegur Remaja yang Tak Sopan Panggil Namanya

Benalla, yang bukan seorang polisi dan sebelumnye bekerja sebagai pengawal pribadi, mendapatkan izin untuk "mengamati kerja polisi" di Paris pada hari libur nasioal 1 Mei.

Istana Kepresidenan Perancis menambahkan, setelah insiden itu Benalla diskors selama dua pekan tanpa gaji dan dipindahkan ke bagian administrasi.

"Sanksi ini dijatuhkan untuk menghukum perilaku yang tak bisa dibenarkan dan ini merupakan peringatan terakhir sebelum pemecatan," kaya juru bicara kepresidenan, Bruno Roger-Petit.

Sementara itu, kejaksaan Paris menggelar investigasi terkait dugaan kekerasan yang dilakukan pejabat publik, berpura-pura menjadi polisi, dan menggunakan lambang kepolisian secara ilegal.

Menurut undang-undang Perancis, barang siapa yang terbukti berpura-pura menjadi polisi diancam hukuman penjara maksimal satu tahun dan denda 15.000 euro atau sekitar Rp 253 juta.

Pada Kamis malam, Komisi Hukum Dewan Nasional juga akan menggelar investigasi terkait insiden yang melibatkan Benalla itu.

Menteri Dalam Negeri Gerard Collomb memastikan kepada parlemen bahwa Benalla "tak berhak melakukan intervensi" terhadap para mahasiswa yang melakukan unjuk rasa ke Rue Mouffetard, kawasan yang ramai dikunjungi wisatawan.

Di sisi lain, Presiden Macron berulang kali menolak mengomentari video tersebut dan menegaskan insiden tersebut telah merusak citra negara.

Baca juga: Macron: Keluar dari Kesepakatan Nuklir Iran, Trump Bisa Picu Perang

Benalla adalah kepala tim keamanan dalam kampanye Macron tahun lalu dan selalu berada beberapa langkah di belakang sang presiden.

Pria berusia 40 tahun itu kemudian dipindahkan menjadi staf istana kepresidenan Perancis pada Mei 2017.



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X