Kompas.com - 20/07/2018, 16:39 WIB

MOSKWA, KOMPAS.com - Rusia dilaporkan menguji coba sebuah rudal super yang diklaim bisa menjangkau seluruh tempat di dunia.

Diwartakan Daily Mirror Jumat (20/7/2018), Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan berhasil melaksanakan tes terhadap Burevestnik.

Burevestnik atau 9M730 merupakan rudal penjelajah bertenaga nuklir yang diklaim mempunyai jarak tak terbatas.

Baca juga: Tangkal Rudal China dan Rusia, AS Tingkatkan Sistem THAAD di Korsel

Dalam video yang dirilis, rudal itu meluncur dengan cepat menuju kepulan awan, di mana sebuah pesawat merekam jalurnya.

Kemudian video berpindah ke sebuah pabrik yang diyakini sebagai tempat pembuatan Burevestnik, dan memperlihatkan para teknisi sedang mengotak-atik komponen.

Salah satu kepala peneliti, Sergey Pertsev, mengomentari video itu dengan menyatakan pemerintah sengaja melakukan tes.

"Dari tes itu, teknisi, desainer, hingga peneliti bisa memperoleh data akurat yang berguna untuk meningkatkan rudal," tuturnya.

Seorang teknisi tengah memeriksa komponen rudal penjelajah Rusia yang baru, Burevestnik. Rudal penjelajah itu ditenagai nuklir, dan diklaim bisa menjangkau seluruh target di dunia.CEN via Daily Mirror Seorang teknisi tengah memeriksa komponen rudal penjelajah Rusia yang baru, Burevestnik. Rudal penjelajah itu ditenagai nuklir, dan diklaim bisa menjangkau seluruh target di dunia.

Dalam laporan media lokal Negeri "Beruang Merah", Burevestnik bisa langsung mengubah jalurnya sehingga sistem pertahanan rudal tak akan mampu menghentikannya.

Karena ditenagai oleh nuklir, rudal penjelajah itu bisa terus berada di udara kapanpun, dan bisa membawa hulu ledak baik nuklir maupun konvensional.

Burevestnik merupakan salah satu dari senjata terbaru yang diperkenalkan Presiden Vladimir Putin dalam pertemuan dewan federal Maret lalu.

Dalam pidatonya, Putin mengatakan rudal itu bisa menembus target apapun di Bumi ini. "Tidak ada yang punya. Jika ada, maka kami bakal memikirkan sesuatu yang baru," tuturnya.

Baca juga: Israel Klaim Rudal Patriotnya Hancurkan Drone dari Suriah

Kabar uji coba itu terjadi setelah Putin bertemu dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Finlandia Senin (16/7/2018).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.