Jual Barang Mewah ke Korut, Bos Perusahaan Ini Diseret ke Pengadilan

Kompas.com - 20/07/2018, 14:12 WIB
Gambar ini diambil pada tanggal 5 September 2017, yang menunjukkan truk menunggu di Friendship Bridge sebelum melewati pemeriksaan pabean di Dandong, di Provinsi Liaoning, China timur laut, setelah kembali dari Kota Sinuiju di Korea Utara.

Cabang-cabang bank terbesar China telah membekukan transaksi keuangan untuk warga Korea Utara, sebuah pertanda bahwa Beijing memperketat sekrup sekutunya atas kegiatan nuklirnya.  AFP/GREG BAKERGambar ini diambil pada tanggal 5 September 2017, yang menunjukkan truk menunggu di Friendship Bridge sebelum melewati pemeriksaan pabean di Dandong, di Provinsi Liaoning, China timur laut, setelah kembali dari Kota Sinuiju di Korea Utara. Cabang-cabang bank terbesar China telah membekukan transaksi keuangan untuk warga Korea Utara, sebuah pertanda bahwa Beijing memperketat sekrup sekutunya atas kegiatan nuklirnya.

SINGAPURA, KOMPAS.com - Pengadilan menjatuhkan 161 dakwaan kepada bos sebuah perusahaan Singapura yang dituduh memasok barang mewah ke Korea Utara secara Ilegal.

Diwartakan Channel News Asia, Jumat (20/7/2018), Ng Kheng Wah didakwa menyelundupkan barang mewah seperti wine, parfum, dan kosmetik senilai ratusan ribu dollar Singapura ke Korea Utara.

Sebelumnya, direktur perusahaan OCN Singapura itu menyangkal telah terlibat dalam menjalankan bisnis toko ritel barang mewah.

Baca juga: Kim Jong Un Panggil Para Duta Besarnya Kembali ke Korea Utara

Dia juga membantah memasok berbagai toko di Korea Utara dengan barang-barang mewah yang dilarang.

Dakwaan yang dijatuhkan kepada Ng, termasuk persekongkolan dengan terlibat dalam konspirasi perusahaan T Specialist Internasional, bersama dua orang lainnya yaitu Sherly Muliawan dan Li Ik.

Mereka memasok barang-barang mewah kepada seseorang ke Korea Utara pada 2011.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ng diduga bersekongkol dengan perusahaan perdagangan grosir T Spesialist dalam memasok parfum dan kosmetik senilai lebih dari 38.000 dollar Singapura atau sekitar Rp 403,4 juta (kurs saat ini) ke sebuah toko di Korea Utara.

Ng dapat didenda hingga 100.000 Singapura atau Rp 1 miliar dan hukuman penjara hingga lima tahun.

Untuk perbuatan curang dan tidak jujur terkait pengiriman barang ke Korea Utara, dia bisa dipenjara hingga 10 tahun dengan sejumlah denda.

Sementara ini, Ng tidak ditahan dengan uang jaminan 500.000 dollar Singapura atau Rp 5,3 miliar. Dia akan kembali menjalani persidangan pada bulan depan.

Baca juga: Mahathir Negosiasi Ulang Proyek Kereta Cepat Kuala Lumpur-Singapura

Sebelumnya, OCN merupakan distributor eksklusif minuman kaleng Pokka ke Korea Utara selama hampir 12 tahun. Ketika Jepang melarang ekspor ke Korea Utara pada 2012, Pokka menghentikan bisnisnya.

Ng mengatakan, perusahaannya sudah menarik diri sekitar lima tahun lalu dari Korea Utara dan tidak pernah terlibat dalam penjualan barang mewah.

"OCN sangat terkenal di Korea Utara karena nama perusahaan kami tertera di kaleng Pokka sebagai distributor," ucapnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X