Kompas.com - 20/07/2018, 14:12 WIB

SINGAPURA, KOMPAS.com - Pengadilan menjatuhkan 161 dakwaan kepada bos sebuah perusahaan Singapura yang dituduh memasok barang mewah ke Korea Utara secara Ilegal.

Diwartakan Channel News Asia, Jumat (20/7/2018), Ng Kheng Wah didakwa menyelundupkan barang mewah seperti wine, parfum, dan kosmetik senilai ratusan ribu dollar Singapura ke Korea Utara.

Sebelumnya, direktur perusahaan OCN Singapura itu menyangkal telah terlibat dalam menjalankan bisnis toko ritel barang mewah.

Baca juga: Kim Jong Un Panggil Para Duta Besarnya Kembali ke Korea Utara

Dia juga membantah memasok berbagai toko di Korea Utara dengan barang-barang mewah yang dilarang.

Dakwaan yang dijatuhkan kepada Ng, termasuk persekongkolan dengan terlibat dalam konspirasi perusahaan T Specialist Internasional, bersama dua orang lainnya yaitu Sherly Muliawan dan Li Ik.

Mereka memasok barang-barang mewah kepada seseorang ke Korea Utara pada 2011.

Ng diduga bersekongkol dengan perusahaan perdagangan grosir T Spesialist dalam memasok parfum dan kosmetik senilai lebih dari 38.000 dollar Singapura atau sekitar Rp 403,4 juta (kurs saat ini) ke sebuah toko di Korea Utara.

Ng dapat didenda hingga 100.000 Singapura atau Rp 1 miliar dan hukuman penjara hingga lima tahun.

Untuk perbuatan curang dan tidak jujur terkait pengiriman barang ke Korea Utara, dia bisa dipenjara hingga 10 tahun dengan sejumlah denda.

Sementara ini, Ng tidak ditahan dengan uang jaminan 500.000 dollar Singapura atau Rp 5,3 miliar. Dia akan kembali menjalani persidangan pada bulan depan.

Baca juga: Mahathir Negosiasi Ulang Proyek Kereta Cepat Kuala Lumpur-Singapura

Sebelumnya, OCN merupakan distributor eksklusif minuman kaleng Pokka ke Korea Utara selama hampir 12 tahun. Ketika Jepang melarang ekspor ke Korea Utara pada 2012, Pokka menghentikan bisnisnya.

Ng mengatakan, perusahaannya sudah menarik diri sekitar lima tahun lalu dari Korea Utara dan tidak pernah terlibat dalam penjualan barang mewah.

"OCN sangat terkenal di Korea Utara karena nama perusahaan kami tertera di kaleng Pokka sebagai distributor," ucapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.