Kompas.com - 19/07/2018, 16:40 WIB

CHIANG RAI, KOMPAS.com - Tim sepak bola remaja yang terjebak di Thailand awalnya tak percaya ketika mereka ditemukan tim penyelamat.

Salah satu remaja, Adul Sam-on, mengungkapkannya dalam konferensi pers pasca-mereka keluar dari rumah sakit Rabu (18/7/2018).

Dilansir New York Post, Adul mengatakan saat itu mereka sudah terjebak 10 hari, dan hanya mengandalkan air dari stalaktit untuk bertahan hidup.

Baca juga: Pelatih Tim Sepak Bola Remaja Ungkap Alasan Masuk ke Dalam Goa

Saking laparnya, tim sepak bola Mu Pa (Wild Boar) itu mengira sedang bermimpi ketika mendengar suara di kegelapan.

"Saat itu malam. Kami mendengar orang berbicara. Kami kira halusinasi. Lalu kami diam dan menyadari itu benar suara orang," ujar Adul.

Suara itu datang dari dua penyelam Inggris, Richard Stanton dan John Volanthen, yang menjadi relawan mencari 12 remaja dan seorang pelatihnya itu.

Adul menjelaskan mereka sangat senang ketika pada 2 Juli lalu, Stanton dan Volanthen berhasil menemukan mereka di Goa Tham Luang.

Kepada mereka, Stanton dan Volanthen menanyakan keadaan yang langsung dijawab oleh Adul karena dia yang paling fasih berbahasa Inggris.

"Meski otak saya sulit dibuat berpikir, saya menjawab OK. Itu keajaiban. Untuk pertama kalinya, kami melihat harapan," kata Adul.

Lebih lanjut, psikolog yang merawat mereka, Patchaneewan Inta, langsung menghentikan sesi tanya jawab dari jurnalis.

Dia tidak ingin awak media mengajukan pertanyaan yang nantinya bisa merusak kondisi psikologis yang mulai pulih.

Dia juga meminta setelah konferensi pers dan mereka pulang ke rumah, publik menghormati privasi mereka dan keluarga mereka.

"Kami ingin anak-anak ini kembali punya aktivitas seperti sekolah dan bermain dengan teman, serta punya kehidupan seperti sedia kala," tegas Inta.

Ke-12 remaja yang berusia antara 11-16 tahun tersebut dinyatakan hilang pada 23 Juni setelah melakoni sesi latihan.

Baca juga: Kami Sempat Mencoba Menggali Lubang untuk Keluar dari Goa

Si asisten pelatih, Ekkapol Chanthawong, menyatakan tim asuhannya hanya ingin menjelajahi goa karena belum punya kegiatan kelompok.

Jadi, mereka kemudian sepakat menjelajahi goa tersebut hanya satu jam. Namun, hujan deras turun dan menyebabkan goa terendam.

Operasi untuk menyelamatkan 13 anggota Mu Pa itu pertama dilaksanakan pada Minggu (8/7/2018), dan sukses mengeluarkan empat remaja.

Kemudian dalam penyelamatan Senin (9/7/2018), mereka berhasil mengeluarkan empat lagi dengan puncaknya Rabu (10/7/2018), lima orang tersisa berhasil dikeluarkan.

Sayangnya, dalam operasi internasional itu, seorang relawan penyelam, Saman Kunan, tewas pada Jumat pekan lalu (6/7/2018).

Kunan yang merupakan eks anggota Angkatan Laut Thailand tewas karena diduga kekurangan oksigen ketika membantu tim sepak bola itu.

Baca juga: Anak-anak Tim Sepak Bola Remaja yang Sempat Terjebak di Goa Sudah Bisa Bercanda

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.