Putin akan Buka Kembali Kota Tertutup Tempat Pengembangan Novichok

Kompas.com - 18/07/2018, 22:08 WIB
Para prajurit AL Rusia bersikap sempurna ketika Presiden Vladimir Putin hendak meninggalkan arena parade militer di St Petersburg, Minggu (30/7/2017). Alexander Zemlianichenko / POOL / AFP Para prajurit AL Rusia bersikap sempurna ketika Presiden Vladimir Putin hendak meninggalkan arena parade militer di St Petersburg, Minggu (30/7/2017).

MOSKWA, KOMPAS.com - Presiden Rusia Vladimir Putin telah menandatangani surat keputusan untuk pembukaan kembali kota tertutup tempat pengembangan racun saraf Novichok.

Para ilmuwan Rusia sebelumnya mengatakan kepada media dalam dan luar negeri bahwa racun Novichok dikembangkan selama masa Uni Soviet di kota Shikhany. Namun kota tersebut telah ditutup sejak 1970-an.

"Presiden Putin pada Selasa (17/7/2018) telah menandatangani surat keputusan presiden yang menghapus status entitas teritorial administratif tertutup bagi kota kami," kata juru bicara pemerintah setempat Yulia Ershova, dilansir AFP, Rabu (18/7/2018).

Baca juga: Racun Saraf Novichok Ditemukan Dalam Botol Parfum

"Pabrik kami, yang merupakan cabang dari Institut Penelitian Ilmiah Kimia Organik dan Teknologi Negara, masih berfungsi, namun kami tidak dapat memastikan apa yang akan terjadi setelah Shikhany kembali dibuka," tambahnya.

Selama pemerintahan Uni Soviet negara telah membangun jaringan kota-kota tertutup untuk membangun instalasi militer dan fasilitas penelitian rahasia yang aksesnya sangat terbatas.

Diterbitkan dalam situs resmi pravo.gov.ru, surat keputusan tersebut memberi pemerintah daerah waktu enam bulan untuk mempersiapkan perubahan status kota yang memiliki populasi 5.500 orang itu.

Tidak ada petunjuk yang menyebut perubahan status kota Shikhany tersebut berkaitan dengan kasus Novichok, yang sempat membuat geger Inggris, setelah mantan agen Sergei Skripal ditemukan tak sadarkan diri bersama putrinya di kota Salisbury, Mei lalu.

Otoritas London menuduh Rusia berada di belakang serangan racun saraf tersebut yang juga dengan tegas telah dibantah pejabat Kremlin.

Rusia juga membantah keberadaan Novichok yang disimpan di kota Shikhany tersebut, namun mengatakan racun saraf itu tersimpan di fasilitas lain di wilayah Saratov selatan.

Baca juga: Terpapar Racun Saraf Novichok, Perempuan di Inggris Meninggal



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X