Kompas.com - 18/07/2018, 17:55 WIB

Saat itu Jazar berkaya al-Najjar terbatuk-batuk yang membuat grup paramedis itu harus menjauh dari pagar tersebut.

Setelah gas hilang, mereka kembali mendekati tempat itu. Saat itu, jarak mereka adalah 25 meter dari pagar.

Di saat itulah, ada dua tentara yang keluar dari jeep, dan mengambil posisi menembak runduk (sniper stance) kepada mereka.

Saat itu, Jazar menyatakan al-Najjar berada di belakangnya. Sementara seorang anggota lain, Rasha, berdiri di belakang.

"Ketika kami berbicara, pasukan itu menembakkan dua peluru ke arah kami. Saya melihat Razan, ada lubang di punggungnya, dan dia tumbang," kata Jazar.

Jazar terkena tembakan di atas lutut kiri. Sedangkan rekannya yang berdiri dekat mereka menderita luka akibat pecahan peluru di panggul.

Baca juga: Wanita AS Berusia 85 Tahun Menjadi Relawan Kemanusiaan di Jalur Gaza

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber Al Jazeera
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.