Kompas.com - 18/07/2018, 17:55 WIB

TEL AVIV, KOMPAS.com - Sebuah investigasi yang digelar aktivis HAM menyebutkan pasukan Israel sengaja menembak relawan medis wanita Palestina.

Razan al-Najjar tewas dengan luka tembak di dada ketika berusaha menolong seorang demonstran Palestina di Gaza pada 1 Juni lalu.

Dilansir Al Jazeera Rabu (18/7/2018), militer Israel kemudian memberikan rilis resmi bahwa insiden itu merupakan kecelakaan.

Baca juga: Relawan Medis Wanita Palestina Tewas Ditembak Pasukan Israel

B'Tselem, organisasi HAM yang berbasis di Israel, menyimpulkan penembakan terhadap al-Najjar disengaja.

Juru bicara organisasi, Amit Gilutz, berujar seorang pasukan Israel membidik dan sengaja menembak al-Najjar dari jarak 25 meter dari pagar perbatasan.

"Bertolak belakang dengan apa yang disampaikan militer Israel, fakta yang kami dapatkan memberi kebenarannya," ujar Gilutz.

Kesimpulan tersebut diambil B'Tselem setelah mereka mendapat pengakuan dari Rami Abu Jazar, relawan medis lain yang bersama al-Najjar saat kejadian.

Jazar bercerita. pada pukul 18.00 waktu setempat di hari itu, sekelompok relawan medis mendekati pagar untuk menyelamatkan dua pengunjuk rasa.

"Paramedis menggunakan jaket medis dan mengangkat tangan ke arah militer Israel untuk memberi tahu keberadaan mereka," kata Jazar.

Namun, saat menyelamatkan dua demonstran itu, militer Israel tiba-tiba menembakkan gas air mata ke arah mereka.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber Al Jazeera
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.