Kompas.com - 18/07/2018, 15:30 WIB

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Bos Space X Elon Musk menyampaikan permintaan maaf kepada penyelam dan ahli goa asal Inggris Vernon Unsworth, yang membantu misi penyelamatan tim sepak bola remaja dari goa Tham Luang, Thailand.

CEO Tesla tersebut meminta maaf kepada Unsworth pada Rabu (18/7/2018). Sebelumnya, Musk menyebut Unsworth sebagai "pedo guy" di Twitter pada Minggu (15/7/2018). "Pedo" merupakan kependekan dari pedofil.

Permintaan maaf Musk dilontarkan melalui komentar balasan di Twitter.

"Saya meminta maaf kepada Unsworth dan kepada perusahaan yang saya wakili sebagai pemimpin. Kesalahan ada pada saya dan diri saya pribadi," kicaunya.

Sebelum mengunggah pernyataan maafnya, dia mengaku marah dengan ucapan penyelam itu mengenai kapal selam mini buatannya.

"Kata-kata yang saya lontarkan merupakan luapan kemarahan, setelah Unsworth mengucapkan beberapa hal tidak benar terhadap kapal selam mini, yang dibuat oleh kebaikan dan sesuai dengan spesifikasi dari pemimpin tim selam," imbuhnya.

Musk dikecam publik setelah melontarkan cercaan tak mendasar kepada Unsworth. Seperti diketahui, perangkat kapal selam mini buatannya tidak dipakai dalam misi penyelamatan remaja yang terperangkap di goa.

Sementara, Unsworth menilai bantuan Musk hanyalah aksi seorang PR (humas). Dia meyakini perangkat buatan Musk tidak punya peluang untuk mengeluarkan 12 remaja dari goa yang sempit dan banjir.

Unsworth, yang tinggal lama di Thailand, mengambil bagian dalam upaya selama 18 hari untuk mengeluarkan 12 anak laki-laki dan pelatih mereka.

Cuitan "pedo" dari Musk menyebabkan saham Tesla jatuh 3,5 persen pada Senin lalu.

Baca juga: Keluar dari RS, Remaja yang Terperangkap di Goa Akan Beberkan Kisahnya

Sementara, Unsworth mempertimbangkan kemungkinan mengambil tindakan hukum terhadap Musk atas kicauan tersebut.

Dia mengaku telah didekati oleh sejumlah pengacara dari Amerika Serikat dan Inggris yang tertarik menangani kasusnya. Sejauh ini, dia belum memutuskan tindakan selanjutnya.

"Saya sudah didekati pengacara dari Inggris, pengacara dari AS. Tapi, saya belum memutuskan apa yang harus dilakukan berikutnya," katanya kepada Reuters, seperti dikutip dari Straits Times.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.