Presiden Kroasia Peluk Pemain Timnasnya, TV Iran Stop Siaran Langsung

Kompas.com - 17/07/2018, 18:21 WIB
Pemain tim sepak bola Kroasia Luka Modric mendapat pelukan dari Presiden Kroasia Kolinda Grabar-Kitarovic di Piala Dunia 2018 Rusia di Stadion Luzhniki, di Moskwa, Minggu (15/7/2018). AFP/Odd AndersenPemain tim sepak bola Kroasia Luka Modric mendapat pelukan dari Presiden Kroasia Kolinda Grabar-Kitarovic di Piala Dunia 2018 Rusia di Stadion Luzhniki, di Moskwa, Minggu (15/7/2018).
|

TEHERAN, KOMPAS.com - Sejumlah tokoh garis keras Iran mengecam siaran langsung televisi yang memperlihatkan Presiden Kroasia Kolinda Grabar-Kitarovic memeluk semua pemain Perancis dan Kroasia usai laga final di Moskwa, Minggu (15/7/2018).

Lembaga penyiaran publik IRIB dan sejumlah stasiun televisi biasanya menerapkan sensor ketat. Bahkan tak jarang siarang langsung "diacak" saat kamera menyorot penonton perempuan di stadion.

Nah, kepanikan melanda sejumlah stasiun televisi Iran ketika mereka menggelar siaran langsung babak final Piala Dunia antara Perancis melawan Kroasia.

Baca juga: Mengenal Presiden Kroasia yang Curi Perhatian di Final Piala Dunia

Sebab usai pertandingan pada saat pembagian medali dan piala, Presiden Kitarovic memeluk pemain dari kedua tim yang berlaga.

Kantor berita ISNA mengabarkan, berbagai komentar bernada miring di situs berita Aine News terkait  siaran seremoni penyerahan medali dan piala itu.

"Setelah Perancis memenangkan Piala Dunia, prosesi penyerahan medali dimulai dan presiden Rusia, Perancis, dan Kroasia bersama para petinggi FIFA berdiri berdampingan," demikian Aine News.

"Semua berjalan lancar dan tidak ada masalah dalam siaran langsung itu, tetapi tindakan presiden Kroasia membuat para petinggi stasiun televisi di Iran khawatir," tambah Aine News.

"Masalah dimulai ketika presdien Kroasia memeluk pemain tim nasionalnya dalam waktu cukup lama. Hal ini membuat televisi Iran menghentikan siaran langsung untuk sementara. Siaran berlanjut usai ritual berpelukan selesai," tambah situs berita itu.

Situasi ini membuat seorang anggota parlemen Iran yang mewakili Teheran, Rey, Shemiranat, dan Eslamshahr merasa perlu berkomentar.

Baca juga: Kalahkan Kroasia, Perancis Raih Gelar Juara Piala Dunia 2018

Ali Motahari, anggota parlemen Iran yang meski berasal dari golongan konservatif, membela tindakan Presiden Kitarovic.

"Pelukan itu, adalah pelukan seorang ibu, bukan bernuansa seksual," kata Motahari.


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Al Arabiya
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengungsi ke Meksiko, Eks Presiden Bolivia Evo Morales Janji Kembali Lebih Kuat

Mengungsi ke Meksiko, Eks Presiden Bolivia Evo Morales Janji Kembali Lebih Kuat

Internasional
Dilarang Berhubungan Seks di Rumah, Pria Ini Bunuh Anjing Ibunya

Dilarang Berhubungan Seks di Rumah, Pria Ini Bunuh Anjing Ibunya

Internasional
Diperkosa Kakak Sendiri, Bocah 10 Tahun Hamil 8 Bulan

Diperkosa Kakak Sendiri, Bocah 10 Tahun Hamil 8 Bulan

Internasional
Dilecehkan 2 'Suami' di China, Gadis 13 Tahun asal Kamboja Diselamatkan

Dilecehkan 2 "Suami" di China, Gadis 13 Tahun asal Kamboja Diselamatkan

Internasional
Bantu Penyintas Gempa Filipina, Tim Dompet Dhuafa Bangun Huntara

Bantu Penyintas Gempa Filipina, Tim Dompet Dhuafa Bangun Huntara

Internasional
Serangan Israel Bunuh Komandan Milisi Jihad Islam di Jalur Gaza

Serangan Israel Bunuh Komandan Milisi Jihad Islam di Jalur Gaza

Internasional
Permintaan Suaka Dikabulkan, Eks Presiden Bolivia Evo Morales Terbang ke Meksiko

Permintaan Suaka Dikabulkan, Eks Presiden Bolivia Evo Morales Terbang ke Meksiko

Internasional
Australia Bersiap untuk 'Bencana' Kebakaran Hutan

Australia Bersiap untuk "Bencana" Kebakaran Hutan

Internasional
Pemimpin Hong Kong: Demonstran Kini adalah Musuh Rakyat

Pemimpin Hong Kong: Demonstran Kini adalah Musuh Rakyat

Internasional
Tiga Penampil Ditikam Pria Yaman di Arab Saudi

Tiga Penampil Ditikam Pria Yaman di Arab Saudi

Internasional
Pria di Singapura Akui Berhubungan Seks dengan Anak Tiri yang Berumur 15 Tahun

Pria di Singapura Akui Berhubungan Seks dengan Anak Tiri yang Berumur 15 Tahun

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Polisi Hong Kong Tembak Demonstran | Pengantin ISIS Ingin Pulang ke AS

[POPULER INTERNASIONAL] Polisi Hong Kong Tembak Demonstran | Pengantin ISIS Ingin Pulang ke AS

Internasional
Pria di Hong Kong Dibakar Hidup-hidup oleh Demonstran karena Masalah Identitas

Pria di Hong Kong Dibakar Hidup-hidup oleh Demonstran karena Masalah Identitas

Internasional
Diminta Berhenti Minum-minum, Pria di India Memenggal Kepala Istrinya

Diminta Berhenti Minum-minum, Pria di India Memenggal Kepala Istrinya

Internasional
Meski Masih Hidup, Wanita Ini Dinyatakan Sudah Meninggal

Meski Masih Hidup, Wanita Ini Dinyatakan Sudah Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X