Kompas.com - 17/07/2018, 16:51 WIB

JALUR GAZA, KOMPAS.com - Serangan layang-layang pembakar yang diterbangkan warga Palestina memaksa pemerintah Israel untuk semakin memperketat blokade di wilayah perbatasan Gaza.

Kementerian Pertahanan Israel telah mengumumkan pada Senin (16/7/2018) malam, pengetatan blokade yang dimulai pada Selasa (17/7/2018) untuk mencegah pengiriman bahan bakar melalui satu-satunya jalur masuk barang-barang ke wilayah Gaza.

Penutupan sebagian besar jalur masuk barang-barang menuju Gaza tersebut telah dilakukan sejak pekan lalu, menyusul serangan layang-layang dan balon pembakar yang diterbangkan memasuki wilayah Israel sejak berbulan-bulan lalu.

Seorang juru bicara pemadam kebakaran Israel mengatakan telah terjadi sebanyak 750 kebakaran yang merusak hingga 2.600 hektare lahan milik warga Israel dengan kerugian mencapai jutaan shekel atau miliaran rupiah.

Baca juga: Bom Layang-layang, Senjata Baru Palestina untuk Melawan Israel

"Pengiriman bahan bakar akan dihentikan hingga Minggu (22/7/2018)," kata kementerian dalam pernyataannya dilansir AFP.

Selain pengetatan pengiriman barang menuju Gaza, otoritas Israel juga memberlakukan pengurangan luas zona menangkap ikan di Jalur Gaza dari enam menjadi hanya tiga mil laut (sekitar 5,5 kilometer) dari garis pantai.

Titik perlintasan barang, yang dikenal dengan nama Kerem Shalom, akan tetap dapat dilalui untuk bahan makanan dan obat-obatan berdasarkan kasus demi kasus.

"Mengingat upaya teror yang terus menerus dilakukan oleh Hamas, Menteri Pertahanan Avigdor Lieberman memutuskan, setelah berkonsultasi dengan kepala staf militer, akan menutup Kerem Shalom untuk kiriman bahan bakar dan gas hingga Minggu," lanjut pernyataan kementerian.

Tindakan Israel mencegah pengiriman bahan bakar dikecam Hamas, yang mengendalikan Jalur Gaza, dengan menyebutnya sebagai kejahatan melawan kemanusiaan.

Warga Palestina di Gaza memandang balon dan layang-layang pembakar yang mereka terbangkan sebagai bentuk perlawanan yang sah terhadap blokade Israel selama lebih dari satu dekade.

Baca juga: Israel Menutup Pintu Perbatasan bagi Pengungsi Suriah

Perlintasan Kerem Shalom yang ditutup tersebut merupakan satu-satunya jalan masuk untuk barang-barang menuju Gaza, sementara perlintasan di Erez hanya dikhususkan untuk penyeberangan orang-orang.

Masih ada satu perlintasan lain menuju Gaza yakni yang berbatasan dengan Mesir, yang sebagian besar ditutup selama bertahun-tahun. Namun sejak pertengahan Mei telah dibuka oleh Mesir.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.