Kompas.com - 17/07/2018, 15:20 WIB
Yang Dipertuan Agong Malaysia, Sultan Muhammad V. AFP/MOHD RASFANYang Dipertuan Agong Malaysia, Sultan Muhammad V.

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Raja Malaysia, Sultan Muhammad V, pada Selasa (17/6/2018) menyerukan persatuan bangsa di tengah meningkatnya ketegangan rasial, setelah tergulingnya partai yang berkuasa selama beberapa dekade dalam pemilihan umum Mei lalu.

Dalam pidatonya kepada anggota parlemen baru, Sultan Muhammad V mendesak setiap warga negara untuk melestarikan dan memperkuat perdamaian dan persatuan Malaysia.

"Elemen dan tindakan negarif yang mengancam integritas dan harmoni harus diberantas," katanya, seperti dikutip dari Straits Times.

"Jangan lagi membicarakan isu-isu sensitif antar-ras," imbuhnya.

Baca juga: Prihatin Utang Negara, Raja Malaysia Minta Gajinya Dipangkas

Seperti diketahui, saat ini Malaysia dipimpin oleh pemerintahan koalisi Pakatan Harapan yang mengalahkan koalisi Barisan Nasional pada pemilu 9 Mei 2018.

Kekuasaan Barisan Nasional yang dipimpin oleh Partai UMNO berhasil ditumbangkan oleh oposisi, setelah berkuasa sejak kemerdekaan Malaysia.

Sambil meminta politisi untuk bersatu, Raja juga berharap semua partai akan menciptakan kesatuan sejati.

"Untuk menemukan tujuan bersama, bukan perbedaan. Anda bekerja secara bersama demi kesejahteraan rakyat dan keberlangsungan negara," ucap Sultan Muhammad V.

Dia memuji upaya pemerintah baru untuk meningkatkan transparasi negara dengan meninjau pengeluaran yang dapat menunjukkan status keuangan negara sebenarnya.

Raja juga mengatakan, kebijakan ekonomi untuk orang yang membutuhkan tidak boleh menjadi sasaran rasial, melainkan upaya untuk menyingkirkan ketidakadilan sosial.

AFP mencatat, ketegangan di Malaysia meningkat sejak pemilu lalu. UMNO mengklaim, pemerintah yang berkuasa merusak status istimewa orang Melayu.

Baca juga: Najib Razak Cabut Gugatan terhadap Pimpinan KPK Malaysia

Para pendukung partai tersebut khawatir, rencana pemerintah untuk mengakui ujian bahasa China pada sekolah menengah atas akan mengancam status bahasa Melayu sebagai bahasa resmi negara.

Anggota dewan tinggi UMNO Lokman Adam, mengatakan hubungan ras antara orang Melayu dan ras minoritas lainnya sedang tegang.

"Hubungan ras agak tegang. Orang-orang Melayu gelisah," katanya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X