Kompas.com - 17/07/2018, 14:46 WIB

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Pemerintah Amerika Serikat (AS) berkata mereka tengah membujuk Turki untuk membeli sistem rudal Raytheon Patriot.

Diwartakan Radio Free Europe Selasa (17/7/2018), AS berusaha agar Turki tidak membeli sistem rudal S-400 dari Rusia.

Pernyataan itu disampaikan acting Asisten Menteri Luar Negeri untuk Hubungan Politik-Militer, Tina Kaidanow.

Baca juga: Erdogan: Kami Beli S-400 Bukan Hanya untuk Disimpan di Gudang

"Kami memberikan pemahaman kepada pemerintah Turki apa yang bisa mereka dapatkan jika membeli Patriot," kata Kaidanow.

Ankara telah dua kali menolak menggunakan sistem pertahanan anti-serangan udara yang mulai beroperasional sejak 1984 itu.

Pertama Turki memilih sistem rudal HQ milik China. Kemudian beralih menggunakan S-400 pada tahun lalu.

Kendala mengapa Patriot tidak dibeli adalah Turki menginginkan dalam pembelian itu, terdapat kesepakatan soal transfer teknologi.

Namun, Radio Free Europe memberitakan, Washington hanya bersedia melakukan transfer teknologi pada batas tertentu.

Kini, Asisten Menteri Pertahanan, Kevin Fahey, menyatakan bahwa AS kini mengusahakan untuk memenuhi keinginan Turki.

"Turki juga menaruh minat terhadap Patriot. Kami mengupayakan agar semua pihak diuntungkan," tutur Fahey.

AS dan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) menentang penjualan sistem rudal berharga 400 juta dolar AS, sekitr Rp 5,5 triliun, per unit itu.

Pada Juni lalu, Senat AS mengesahkan peraturan yang melarang penjualan jet tempur F-35 jika Ankara masih bersikukuh membeli S-400.

Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu pada 4 Juni lalu mengatakan mempunyai alasan mengapa Turki memilih untuk membeli S-400.

Cavusoglu menjelaskan, Turki sebenarnya telah mengajukan permintaan untuk membeli sistem pertahanan udara Patriot.

Namun, di saat Turki sangat membutuhkan sistem pertahanan tersebut, AS dilaporkan tidak menyetujui penjualan sistem rudal.

"Inilah mengapa Turki, dalam keadaan yang sangat penting untuk mendapatkan sistem pertahanan, memutuskan beli dari Rusia," tutur Cavusoglu.

Baca juga: Senat AS Sahkan Larangan Jual Jet Tempur Termahal F-35 ke Turki

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.