Kompas.com - 17/07/2018, 14:36 WIB

KOMPAS.com - Kaisar Rusia Tsar Nicholas II beserta keluarga dieksekusi oleh kelompok Bolshevik pada 17 Juli 1918.

Pembunuhan satu keluarga ini dilakukan dengan cara ditembak oleh beberapa eksekutor.

Namun, tidak ada sumber pasti mengenai jumlah eksekutor dalam pembunuhan tersebut. Ada yang menyebutkan dua orang, ada pula yang menyebutkan pembunuhan ini dilakukan oleh 11 orang eksekutor.

Meski tak diketahui pasti jumlah eksekutor, dua orang disebut-sebut sebagai pemimpin pembunuhan keluarga Tsar Nicholas II yaitu Yurovsky dan Medvedev-Kudrin.

Setelah membunuh Nicholas II beserta keluarganya, mereka menuliskan sebuah cerita mengenai pembunuhan yang mengubah sejarah pemerintahan Rusia.

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: Tsar Nicholas II dan Keluarganya Dieksekusi

Mereka merasa bangga karena berperan dalam misi tersebut dan kehidupannya mengalami perubahan.

Karir, tunjangan kehidupan, dan kesehatan difasilitasi oleh pemerintah.

Beberapa waktu setelah peristiwa tersebut, Yurovsky dan Medvedev melakukan pertemuan dan membicarakan siapa yang pertama menembak pada peristiwa tersebut.

Yurovsky

Yurovsky memiliki nama lengkap Yakov Mikhaylovich Yurovsky. Dia merupakan seorang penjual perhiasan.

Saat malam pembunuhan itu, ia mencari permata milik keluarga Nicholas II. Sekitar 8 kilogram perhiasan diambilnya dan diserahkan kepada pengawas Kremlin.

Setelah peristiwa berdarah tersebut, Yurovsky ditunjuk sebagai pemimpin Komite Darurat Daerah Ural (pendahulu NKVD yang kemudian menjadi KGB), kemudian Direktorat Emas Cadangan Negara, dan Kepala Museum Politeknik di Moskow.

Jabatan ini merupakan posisi senior ketika tahun-tahun pertama Soviet.

Baca juga: 100 Tahun Berselang, Eksekusi Tsar Nicholas II Masih Sisakan Misteri

Pada 1939, Yurovsky meninggal dunia di Rumah Sakit Kremlin setelah mengalami perforasi borok pada usus dua belas jarinya.

Medvedev-Kudrin

Nama panjangnya adalah Mikhail Aleksandrovich Medvedev-Kudrin. 

Setelah memimpin eksekusi pembunuhan Tsar Nicholas II dan keluarganya, Medvedev-Kudrin bertugas sebagai Asisten Kepala Direktorat ke 1 NKDV.

Pada 1930-an, ia menjadi motivator dan berkeliling beberapa universitas di Soviet.

Pembunuhan kaisar menjadi hal yang ditekankan saat ia berbicara di sejumlah universitas.

Medvedev mendapatkan pangkat militer kolonel dari Pemerintah Rusia. Pada akhir 1950-an, Medvevev mendapatkan pensiun pribadi sebesar 4.500 rubel, angka yang cukup besar pada dekade itu.

Sebelum meninggal, ia menulis sebuah memoar mengenai pembunuhan keluarga kaisar Rusia yang berjudul "Hostile Winds". Namun, tidak pernah diterbitkan.

Kompas TV Gaya arsitektur klasik zaman perang Sovyet dari sarana transportasi bawah tanah di Kota Moskwa, yaitu Stasiun Metro.

 

 

Berbagai sumber
www.rbth.com

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.