Yurovsky dan Medvedev-Kudrin, Dua Orang Pemimpin Pembunuh Tsar Nicholas II

Kompas.com - 17/07/2018, 14:36 WIB
Kompas TV Gaya arsitektur klasik zaman perang Sovyet dari sarana transportasi bawah tanah di Kota Moskwa, yaitu Stasiun Metro.

Saat malam pembunuhan itu, ia mencari permata milik keluarga Nicholas II. Sekitar 8 kilogram perhiasan diambilnya dan diserahkan kepada pengawas Kremlin.

Setelah peristiwa berdarah tersebut, Yurovsky ditunjuk sebagai pemimpin Komite Darurat Daerah Ural (pendahulu NKVD yang kemudian menjadi KGB), kemudian Direktorat Emas Cadangan Negara, dan Kepala Museum Politeknik di Moskow.

Jabatan ini merupakan posisi senior ketika tahun-tahun pertama Soviet.

Baca juga: 100 Tahun Berselang, Eksekusi Tsar Nicholas II Masih Sisakan Misteri

Pada 1939, Yurovsky meninggal dunia di Rumah Sakit Kremlin setelah mengalami perforasi borok pada usus dua belas jarinya.

Medvedev-Kudrin

Nama panjangnya adalah Mikhail Aleksandrovich Medvedev-Kudrin. 

Setelah memimpin eksekusi pembunuhan Tsar Nicholas II dan keluarganya, Medvedev-Kudrin bertugas sebagai Asisten Kepala Direktorat ke 1 NKDV.

Pada 1930-an, ia menjadi motivator dan berkeliling beberapa universitas di Soviet.

Pembunuhan kaisar menjadi hal yang ditekankan saat ia berbicara di sejumlah universitas.

Medvedev mendapatkan pangkat militer kolonel dari Pemerintah Rusia. Pada akhir 1950-an, Medvevev mendapatkan pensiun pribadi sebesar 4.500 rubel, angka yang cukup besar pada dekade itu.

Sebelum meninggal, ia menulis sebuah memoar mengenai pembunuhan keluarga kaisar Rusia yang berjudul "Hostile Winds". Namun, tidak pernah diterbitkan.

 

 

Berbagai sumber
www.rbth.com

Halaman:
Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X