Yurovsky dan Medvedev-Kudrin, Dua Orang Pemimpin Pembunuh Tsar Nicholas II

Kompas.com - 17/07/2018, 14:36 WIB
Foto yang diambil pada 1913 atau 1914 ini memperlihatkan Tsar Nicholas II bersama keluarganya. Duduk dari kiri ke kanan Marie, Ratu Alexandra, Tsar Nicholas II, Anastasia, dan Alexei di kaki ayanya. Berdiri di belakang Olga dan Tatiana.

United States Library of Congress Foto yang diambil pada 1913 atau 1914 ini memperlihatkan Tsar Nicholas II bersama keluarganya. Duduk dari kiri ke kanan Marie, Ratu Alexandra, Tsar Nicholas II, Anastasia, dan Alexei di kaki ayanya. Berdiri di belakang Olga dan Tatiana.

KOMPAS.com - Kaisar Rusia Tsar Nicholas II beserta keluarga dieksekusi oleh kelompok Bolshevik pada 17 Juli 1918.

Pembunuhan satu keluarga ini dilakukan dengan cara ditembak oleh beberapa eksekutor.

Namun, tidak ada sumber pasti mengenai jumlah eksekutor dalam pembunuhan tersebut. Ada yang menyebutkan dua orang, ada pula yang menyebutkan pembunuhan ini dilakukan oleh 11 orang eksekutor.

Meski tak diketahui pasti jumlah eksekutor, dua orang disebut-sebut sebagai pemimpin pembunuhan keluarga Tsar Nicholas II yaitu Yurovsky dan Medvedev-Kudrin.

Setelah membunuh Nicholas II beserta keluarganya, mereka menuliskan sebuah cerita mengenai pembunuhan yang mengubah sejarah pemerintahan Rusia.

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: Tsar Nicholas II dan Keluarganya Dieksekusi

Mereka merasa bangga karena berperan dalam misi tersebut dan kehidupannya mengalami perubahan.

Karir, tunjangan kehidupan, dan kesehatan difasilitasi oleh pemerintah.

Beberapa waktu setelah peristiwa tersebut, Yurovsky dan Medvedev melakukan pertemuan dan membicarakan siapa yang pertama menembak pada peristiwa tersebut.

Yurovsky

Yurovsky memiliki nama lengkap Yakov Mikhaylovich Yurovsky. Dia merupakan seorang penjual perhiasan.

Saat malam pembunuhan itu, ia mencari permata milik keluarga Nicholas II. Sekitar 8 kilogram perhiasan diambilnya dan diserahkan kepada pengawas Kremlin.

Setelah peristiwa berdarah tersebut, Yurovsky ditunjuk sebagai pemimpin Komite Darurat Daerah Ural (pendahulu NKVD yang kemudian menjadi KGB), kemudian Direktorat Emas Cadangan Negara, dan Kepala Museum Politeknik di Moskow.

Jabatan ini merupakan posisi senior ketika tahun-tahun pertama Soviet.

Baca juga: 100 Tahun Berselang, Eksekusi Tsar Nicholas II Masih Sisakan Misteri

Pada 1939, Yurovsky meninggal dunia di Rumah Sakit Kremlin setelah mengalami perforasi borok pada usus dua belas jarinya.

Medvedev-Kudrin

Nama panjangnya adalah Mikhail Aleksandrovich Medvedev-Kudrin. 

Setelah memimpin eksekusi pembunuhan Tsar Nicholas II dan keluarganya, Medvedev-Kudrin bertugas sebagai Asisten Kepala Direktorat ke 1 NKDV.

Pada 1930-an, ia menjadi motivator dan berkeliling beberapa universitas di Soviet.

Pembunuhan kaisar menjadi hal yang ditekankan saat ia berbicara di sejumlah universitas.

Medvedev mendapatkan pangkat militer kolonel dari Pemerintah Rusia. Pada akhir 1950-an, Medvevev mendapatkan pensiun pribadi sebesar 4.500 rubel, angka yang cukup besar pada dekade itu.

Sebelum meninggal, ia menulis sebuah memoar mengenai pembunuhan keluarga kaisar Rusia yang berjudul "Hostile Winds". Namun, tidak pernah diterbitkan.

Kompas TV Gaya arsitektur klasik zaman perang Sovyet dari sarana transportasi bawah tanah di Kota Moskwa, yaitu Stasiun Metro.

 

 

Berbagai sumber
www.rbth.com


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya

Bakal Jadi 'Park and Ride' untuk Stasiun MRT, Begini Kondisi Lahan Jakarta Tourisindo

Bakal Jadi "Park and Ride" untuk Stasiun MRT, Begini Kondisi Lahan Jakarta Tourisindo

Megapolitan
Wiranto: Pemilu 2019 Ajang Memilih Pemimpin, Bukan Mengadu Pemimpin

Wiranto: Pemilu 2019 Ajang Memilih Pemimpin, Bukan Mengadu Pemimpin

Nasional
Polisi Korsel Tahan 2 Pria dalam Kasus Kamera Tersembunyi di Hotel

Polisi Korsel Tahan 2 Pria dalam Kasus Kamera Tersembunyi di Hotel

Internasional
Romahurmuziy Minta Kasus yang Menjeratnya Tak Dikaitkan dengan PPP

Romahurmuziy Minta Kasus yang Menjeratnya Tak Dikaitkan dengan PPP

Nasional
Menginap di Tahanan, Romahurmuziy Habiskan Waktu dengan Baca Buku

Menginap di Tahanan, Romahurmuziy Habiskan Waktu dengan Baca Buku

Nasional
Petugas Lapas Banceuy Pergoki Napinya Ambil Narkotika di WC

Petugas Lapas Banceuy Pergoki Napinya Ambil Narkotika di WC

Regional
Pemerintah Venezuela Tahan Kepala Staf Oposisi Atas Tuduhan Terorisme

Pemerintah Venezuela Tahan Kepala Staf Oposisi Atas Tuduhan Terorisme

Internasional
Pemilu Kurang dari Sebulan, KPU Jaktim Masih Tunggu Surat Suara DPD

Pemilu Kurang dari Sebulan, KPU Jaktim Masih Tunggu Surat Suara DPD

Megapolitan
Dilaporkan ke Bawaslu karena Disebut Biarkan Hoaks, Ini Penjelasan Ma'ruf Amin

Dilaporkan ke Bawaslu karena Disebut Biarkan Hoaks, Ini Penjelasan Ma'ruf Amin

Nasional
Wali Kota Semarang Janji Bantu Perbaiki Rumah Abu di Kelenteng Tay Kak Sie yang Terbakar

Wali Kota Semarang Janji Bantu Perbaiki Rumah Abu di Kelenteng Tay Kak Sie yang Terbakar

Regional
Azan Pun Berkumandang di Seluruh Selandia Baru

Azan Pun Berkumandang di Seluruh Selandia Baru

Internasional
Memetik Pelajaran dari Pencurian Dana BOS di Mobil Kepala Sekolah di Bekasi...

Memetik Pelajaran dari Pencurian Dana BOS di Mobil Kepala Sekolah di Bekasi...

Megapolitan
Romahurmuziy Diperiksa Perdana sebagai Tersangka di KPK

Romahurmuziy Diperiksa Perdana sebagai Tersangka di KPK

Nasional
Kegiatan Apel Kebangsaan di Semarang Dilaporkan ke Bawaslu

Kegiatan Apel Kebangsaan di Semarang Dilaporkan ke Bawaslu

Regional
Tiba di Lombok, Presiden Jokowi Tinjau Rehabilitasi Pasca-gempa

Tiba di Lombok, Presiden Jokowi Tinjau Rehabilitasi Pasca-gempa

Nasional

Close Ads X