Hari Ini dalam Sejarah: Tsar Nicholas II dan Keluarganya Dieksekusi

Kompas.com - 17/07/2018, 13:15 WIB
Foto yang diambil pada 1913 atau 1914 ini memperlihatkan Tsar Nicholas II bersama keluarganya. Duduk dari kiri ke kanan Marie, Ratu Alexandra, Tsar Nicholas II, Anastasia, dan Alexei di kaki ayanya. Berdiri di belakang Olga dan Tatiana.

United States Library of CongressFoto yang diambil pada 1913 atau 1914 ini memperlihatkan Tsar Nicholas II bersama keluarganya. Duduk dari kiri ke kanan Marie, Ratu Alexandra, Tsar Nicholas II, Anastasia, dan Alexei di kaki ayanya. Berdiri di belakang Olga dan Tatiana.

KOMPAS.com - Hari ini 100 tahun lalu, tepatnya 17 Juli 1918, kaisar Rusia Tsar Nicholas II dan keluarganya dieksekusi mati oleh kelompok Bolshevik.

Nicholas II mulai memimpin Rusia pada 1 November 1894. Saat itu, rakyat Rusia kurang puas dengan kepemimpinan Nicholas II.

Pada 1904, timbul perang antara Rusia dan Jepang. Akar konflik ini adalah perebutan Kota Port Arthur dan Jazirah Liadong.

Baca juga: 100 Tahun Berselang, Eksekusi Tsar Nicholas II Masih Sisakan Misteri

Efek dari perang tersebut memicu Revolusi Rusia pada 1905. Untuk meredam revolusi Tsar Nicholas II mengesahkan dewan perwakilan rakyat atau Duma untuk mengubah konstitusi.

Tak lama kemudian, Nicholas membubarkan Duma karena dianggap melawan rencana kaisar. Kondisi ini menjadikan rakyat semakin tidak puas dan mendukung gerakan Bolshevik pimpinan Vladimir Lenin.

Ketika Perang Dunia 1 berkecamuk pada 1914, Nicholas II memimpin negaranya untuk ikut andil dalam perang.

Dampak dari perang itu mengakibatkan kelangkaan pangan dan anjloknya moral para tentara karena kekalahan demi kekalahan dari Jerman.

Kondisi semakin kacau dan akhirnya pada Maret 1917, revolusi pecah di Kota Petrograd atau kini disebut Saint Petersburg yang mengakibatkan lengsernya Nicholas II dari kursi kekaisaran.

Lengsernya Nicholas II dari tahtanya sekaligus mengakhiri dominasi Dinasti Romanov yang sudah berkuasa selama 300 tahun.

Setelah lengser dari tahtanya, Nicholas II berusaha mencari suaka ke Inggris, karena raja Inggris saat itu George V masih merupakan saudara sepupu Nicholas.

Pemerintah Inggris, meski enggan, akhirnya memberikan suaka kepada keluarga Tsar Nicholas pada 19 Maret 1917, meski sempat menyarankan agar keluarga kerajaan Rusia ini pergi ke negara yang netral.

Kabar pemberian suaka ini memicu kemarahan Partai Buruh dan kelompok Liberal. Bahkan beberapa politisi menilai kehadiran Tsar Nicholas II di Inggris bisa merugikan pemerintahan.

Alhasil, keputusan untuk memberi suakai kepada Nicholas dan keluarganya dicabut Raja George V pada April.

Perancis juga menolak permohonan suaka dari Nicholas II karena khawatir istri sang kaisar yang berdarah Jerman akan menimbulkan masalah di dalam negeri.

Alhasil, pemerintahan transisi Rusia membawa keluarga kerajaan ke kota Tobolsk di pegunungan Ural untuk menjauhkan mereka dari gelombang revolusi.

Nantinya jika sudah aman, menurut rencana barulah keluarga Nicholas II akan dikirim ke luar negeri pada musim semi 1918 lewat Jepang.

Baca juga: Dokumen KGB Diyakini Ungkap Lokasi Harta Tsar Nicholas II

Setelah sempat hidup cukup nyaman di Tobolsk pada 30 April 1918, keluarga Nicholas dibawa ke kota Yekaterinburg.

Di kota itu, Nicholas dan keluarganya ditahan di sebuah rumah dua lantai milik seorang teknisi militer Nikolay Nikolayevich Ipatiev.

Halaman:
Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bebas dari Kamp Penahanan Suriah, 3 Wanita Perancis Disebut Kembali ke Tangan ISIS

Bebas dari Kamp Penahanan Suriah, 3 Wanita Perancis Disebut Kembali ke Tangan ISIS

Internasional
Susul Jerman dan Perancis, Inggris Juga Tangguhkan Ekspor Senjata ke Turki

Susul Jerman dan Perancis, Inggris Juga Tangguhkan Ekspor Senjata ke Turki

Internasional
China Peringatkan Turki Hentikan Aksi Militer dan Kembali pada Resolusi Politik yang Benar

China Peringatkan Turki Hentikan Aksi Militer dan Kembali pada Resolusi Politik yang Benar

Internasional
Pusat Evakuasi di Jepang Dilaporkan Tolak Dua Tunawisma saat Bencana Topan Hagibis Menerjang

Pusat Evakuasi di Jepang Dilaporkan Tolak Dua Tunawisma saat Bencana Topan Hagibis Menerjang

Internasional
Terlempar dari Wahana di Pekan Raya Perancis, Seorang Pengunjung Tewas

Terlempar dari Wahana di Pekan Raya Perancis, Seorang Pengunjung Tewas

Internasional
Guru di China Paksa Muridnya Makan Sampah sebagai Hukuman

Guru di China Paksa Muridnya Makan Sampah sebagai Hukuman

Internasional
Jelang Debat Demokrat, Peringkat Joe Biden Merosot di Survei

Jelang Debat Demokrat, Peringkat Joe Biden Merosot di Survei

Internasional
Janji Akan Menikahi, Pria Pengangguran Ini Justru Perkosa Kenalannya

Janji Akan Menikahi, Pria Pengangguran Ini Justru Perkosa Kenalannya

Internasional
Siaran Langsung di Tengah Topan Hagibis, Jurnalis Ini Malah Dimarahi Netizen

Siaran Langsung di Tengah Topan Hagibis, Jurnalis Ini Malah Dimarahi Netizen

Internasional
Erdogan: Tak Akan Ada Anggota ISIS yang Bakal Keluar dari Suriah

Erdogan: Tak Akan Ada Anggota ISIS yang Bakal Keluar dari Suriah

Internasional
King Cobra Sepanjang 4 Meter Ditangkap dari Dalam Selokan di Thailand

King Cobra Sepanjang 4 Meter Ditangkap dari Dalam Selokan di Thailand

Internasional
Dampak Topan Hagibis, Kawanan Tikus Serbu Kota Ini di Jepang

Dampak Topan Hagibis, Kawanan Tikus Serbu Kota Ini di Jepang

Internasional
Erdogan Tak Akan Hentikan Serangan terhadap Kurdi hingga Kemenangan Sempurna Tercapai

Erdogan Tak Akan Hentikan Serangan terhadap Kurdi hingga Kemenangan Sempurna Tercapai

Internasional
Dikubur Hidup-hidup selama 2 Hari, Bayi Perempuan Ini Ditemukan Selamat

Dikubur Hidup-hidup selama 2 Hari, Bayi Perempuan Ini Ditemukan Selamat

Internasional
Marah karena Merasa Dikhianati, Kurdi Larang AS Bawa Tawanan Berbahaya ISIS

Marah karena Merasa Dikhianati, Kurdi Larang AS Bawa Tawanan Berbahaya ISIS

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X