Lanjutkan Proses Damai, Eritrea Kembali Buka Kedutaan di Etiopia

Kompas.com - 16/07/2018, 23:59 WIB
Perdana Menteri Etiopia Abiy Ahmed (kiri) dan Presiden Eritrea Isaias Afeworki saat pembukaan kembali gedung kedutaan Eritrea di Addis Ababa, Senin (16/7/2018). AFP / MICHAEL TEWELDEPerdana Menteri Etiopia Abiy Ahmed (kiri) dan Presiden Eritrea Isaias Afeworki saat pembukaan kembali gedung kedutaan Eritrea di Addis Ababa, Senin (16/7/2018).

ADDIS ABABA, KOMPAS.com - Presiden Eritrea Isaias Afwerki meresmikan pembukaan kembali kantor kedutaan negaranya di Etiopia pada Senin (16/7/2018).

Melansir AFP, pembukaan kembali kedutaan tersebut sebagai bagian dari serangkaian upaya perdamaian yang tengah dilakukan kedua negara usai berlangsungnya perang selama dua dekade yang merugikan.

Tak hanya meresmikan pembukaan kembali kantor kedutaan, Presiden Isaias ke ibu kota Etiopia turut bertujuan untuk semakin menyatukan perdamaian kedua negara, setelah deklarasi mengakhiri konflik beberapa hari sebelumnya.

Dilaporkan lembaga penyiaran milik negara Etiopia, EBC, Presiden Isaias tampak mengibarkan bendera Eritrea, sementara Perdana Menteri Etiopia, Abiy Ahmed menyerahkan kunci gedung kedutaan yang telah ditutup selama bertahun-tahun.


Baca juga: Massa Pendukung PM Etiopia Dilempar Granat, 83 Orang Terluka

Pembukaan kembali kantor kedutaan Eritrea di Etiopia turut menandakan akhir kunjungan Presiden Isaias selama tiga hari di negara itu.

Sebelumnya, Isaias juga telah melakukan kunjungan ke kompleks industri dan menghadiri makan malam resmi.

Dibukanya kembali kedutaan Eritrea turut disambut ribuan warga Etiopia yang memuji Presiden Isaias dan kedua pemimpin yang telah berjanji membangun komitmen baru untuk kerja sama dua negara.

"Kedua negara telah memilih perdamaian dan mengakhiri perang," kata Perdana Menteri Abiy.

"Kami tidak akan membiarkan siapa pun menghentikan tercapainya perdamaian ini," tambah Presiden Isaias, yang langsung meninggalkan ibu kota usai peresmian.

Eritrea sebelumnya merupakan bagian dari Etiopia yang mengumumkan kemerdekaannya pada 1993, setelah peperangan berdarah selama puluhan tahun.

Kedua negara masih terlibat konflik memperebutkan perbatasan pada 1998 hingga 2000, menyebabkan sekitar 80.000 orang tewas.

Namun bulan lalu, Perdana Menteri Etiopia, Abiy mengumumkan bahwa negara menerima demarkasi dan menyerahkan wilayah kepada Eritrea, meski belum menarik pasukannya dari wilayah tersebut.

Baca juga: Dua Pencari Suaka Asal Eritrea Jadi Tersangka Penikaman di Toko Ikea Swedia

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berusia 34 Tahun, Wanita asal Finlandia Ini Bakal Jadi Perdana Menteri Termuda di Dunia

Berusia 34 Tahun, Wanita asal Finlandia Ini Bakal Jadi Perdana Menteri Termuda di Dunia

Internasional
Reformasi Arab Saudi: Cabut Aturan Pemisahan Pria dan Wanita hingga Izinkan Turis Tak Menikah Menginap Bareng

Reformasi Arab Saudi: Cabut Aturan Pemisahan Pria dan Wanita hingga Izinkan Turis Tak Menikah Menginap Bareng

Internasional
Gunung Meletus di Pulau Selandia Baru, 5 Orang Tewas

Gunung Meletus di Pulau Selandia Baru, 5 Orang Tewas

Internasional
Arab Saudi Cabut Aturan Memisahkan Pria dan Wanita di Restoran

Arab Saudi Cabut Aturan Memisahkan Pria dan Wanita di Restoran

Internasional
Tentara Arab Saudi Menonton Video Penembakan Massal Sebelum Menyerang Pangkalan AL AS

Tentara Arab Saudi Menonton Video Penembakan Massal Sebelum Menyerang Pangkalan AL AS

Internasional
Kebakaran di Pabrik yang Diduga Ilegal di India, 43 Orang Tewas

Kebakaran di Pabrik yang Diduga Ilegal di India, 43 Orang Tewas

Internasional
Jelang Peringatan 6 Bulan Demo, Ratusan Ribu Orang Padati Jalanan Hong Kong

Jelang Peringatan 6 Bulan Demo, Ratusan Ribu Orang Padati Jalanan Hong Kong

Internasional
Korea Utara Gelar Uji Coba, Trump: Kim Jong Un Bisa Kehilangan Semuanya

Korea Utara Gelar Uji Coba, Trump: Kim Jong Un Bisa Kehilangan Semuanya

Internasional
Ditanya Apakah Benci Trump, Ketua DPR AS: Saya Mendoakannya Setiap Hari

Ditanya Apakah Benci Trump, Ketua DPR AS: Saya Mendoakannya Setiap Hari

Internasional
Korea Utara Klaim Gelar Tes yang 'Sangat Penting'

Korea Utara Klaim Gelar Tes yang "Sangat Penting"

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kalimat Terakhir Gadis Dibakar Hidup-hidup | Pria di China Gores Mobil BMW

[POPULER INTERNASIONAL] Kalimat Terakhir Gadis Dibakar Hidup-hidup | Pria di China Gores Mobil BMW

Internasional
'Saya Tak Ingin Mati, Saya Ingin Melihat Mereka Dihukum Mati'

"Saya Tak Ingin Mati, Saya Ingin Melihat Mereka Dihukum Mati"

Internasional
Beredar Foto Tentara Arab Saudi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola

Beredar Foto Tentara Arab Saudi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola

Internasional
Trump Tak Akan Masukkan Kartel Narkoba Meksiko sebagai Teroris

Trump Tak Akan Masukkan Kartel Narkoba Meksiko sebagai Teroris

Internasional
Dibakar Hidup-hidup oleh Si Pemerkosa, Gadis 23 Tahun di India Tewas

Dibakar Hidup-hidup oleh Si Pemerkosa, Gadis 23 Tahun di India Tewas

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X