Hari Ini dalam Sejarah: Percobaan Nuklir Pertama di AS - Kompas.com

Hari Ini dalam Sejarah: Percobaan Nuklir Pertama di AS

Kompas.com - 16/07/2018, 11:57 WIB
Ilustrasi bom nuklir gravitasi AS B61.Flickr Ilustrasi bom nuklir gravitasi AS B61.

KOMPAS.com - Hari ini 73 tahun lalu, tepatnya 16 Juli 1945, uji coba pertama nuklir berhasil dilakukan.

Amerika Serikat menjadi negara pertama yang melakukan uji coba bom nuklir di wilayah New Mexico.

Uji coba nuklir pertama ini juga menjadi akar perang dingin antara Rusia (dulu Uni Soviet) dengan Amerika Serikat (AS).

Pengembangan nuklir AS


Pada Perang Dunia I dan II,  Amerika terus mengembangkan ilmuwan-ilmuwannya untuk menunjang sektor ilmu pengetahuan dan militer.

Pada 1939, Sekutu menginginkan sebuah gebrakan untuk membuat bom uranium.

Ketika itu, fisikawan Enrico Fermi bertemu pimpinan Departemen Angkatan Laut AS di Universitas Columbia untuk membahas penggunaan bahan pemusnah yang bisa digunakan untuk keperluan militer.

Dalam pertemuan itu, muncul gagasan untuk mengembangkan Proyek Manhattan yang merupakan pengembangan senjata nuklir pertama.

Sebagai pemimpin proyek ini, Amerika Serikat dibantu oleh Inggris dan Kanada.

Pada Februari 1940, Pemerintah AS mengucurkan dana 6.000 dollar AS untuk penelitian ini. Seorang perwira militer Amerika Serikat, Jenderal Leslie Groves ditunjuk sebagai direktur proyek Manhattan.

Sementara, direktur ilmiah diketuai oleh seorang ahli fisika Amerika Julius Robert Oppenheimer.

Percobaan

Pada 16 Juli 1945, senjata nuklir pertama tersebut diuji coba di dekat Alamogordo, Bombing Range, sebuah tempat yang berada di antara Carrizozo dan Socorro, New Mexico.

Para ilmuwan yang terlibat dalam uji coba ini dan para pimpinan lembaga terkait berada pada radius 10 kilometer dari lokasi uji coba. 

Nuklir yang diuji coba itu memiliki berat 19 kiloton dan bermuatan pulotonium.

Saat uji coba, nuklir ditempatkan di atas menara dengan ketinggian 20 meter, dan mempunyai daya ledak setara dengan 19 kiloton TNT.

Dari uji coba itu, ada awan jamur membesar setinggi 16.000 meter, dan gelombang kejutnya dapat dirasakan dari jarak 160 kilometer.

Selain itu, mengakibatkan ledakan yang menghasilkan kawah sedalam 3 meter dan selebar 330 meter.

Kawah tersebut memuntahkan pasir gurun dan mengubahnya menjadi lapisan kaca hijau tipis, yang kemudian disebut trinitit.

Setelah kejadian itu, kawah segera terisi kembali, dan sekarang daerah ini dilindungi.

Di lokasi uji coba nuklir pertama ini, didirikan tugu setinggi 3,65 meter.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Close Ads X