Siswi Sekolah di Wilayah Australia Ini Boleh Pakai Celana Pendek

Kompas.com - 16/07/2018, 11:09 WIB
Murid perempuan di sekolah Stretton College bersama Menteri Pendidikan negara bagian Queensland di Australia, Grace Grace. (Pemerintah Queensland via The New Daily) Murid perempuan di sekolah Stretton College bersama Menteri Pendidikan negara bagian Queensland di Australia, Grace Grace. (Pemerintah Queensland via The New Daily)

BRISBANE, KOMPAS.com - Semua siswi sekolah negeri di negara bagian Queensland, Australia, bakal diperbolehkan mengenakan celana pendek dan celana panjang pada tahun depan.

The Queensland Times mewartakan pada Minggu (15/7/2018), sekolah negeri di Queensland diwajibkan menawarkan celana pendek dan celana panjang sebagai bagian dari pilihan seragam bagi siswi.

Peninjauan baru-baru ini mengenai standar seragam sekolah menemukan bahwa 60 persen sekolah telah mencantumkan pilihan celana kepada siswi.

Baca juga: Perubahan Cuaca Bikin Jalan Aspal di Wilayah Australia Meleleh


Menteri Pendidikan Queesland Ignazia Graziella Grace atau kerap disapa Grace Grace menyatakan, beberapa sekolah belum memperbarui seragam sekolah untuk para muridnya.

"Kami mengetahui sekitar 60 persen sekolah negeri telah menawarkan pilihan seragam itu bagi siswi. Tapi kami menemkan beberapa sekolah belum memperbarui seragam selama beberapa tahun," katanya.

Menurut dia, semua murid perempuan harus terlibat dalam kegiatan bermain yang aktif dan aktivitas di ruang kelas, atau bersepeda menuju sekolah, tanpa dibatasi oleh pakaian yang mereka kenakan.

"Saya meminta departemen untuk memperbarui kebijakan seragam," ucapnya.

"Kemudian memastikan kami memiliki 100 persen sekolah negeri yang menawarkan berbagai macam pilihan seragam, termasuk celana panjang dan celana pendek untuk siswi," imbuh Grace.

Sebelumnya, sekolah Stretton sudah mengizinkan siswi memakai celana pendek.

Kepala sekolah tersebut Jan Maresca mengatakan, hanya sekitar setengah dari para murid perempuan yang ingin mengenakan rok.

Baca juga: Beri Makan Hiu, Perempuan di Australia Hampir Kehilangan Jarinya

"Kami mendengarkan siswi kami dan membuat perubahan sehingga mereka bisa merasa nyaman dengan seragam mereka," katanya seperti dilansir The New Daily.

"Anda akan melihat siswi menendang bola, bermain bola tangan, berbaring di bawah pohon sambil membaca buku dan bergelantungan tanpa batas," ucapnya.

The Guardian mencatat sebuah studi pada 2012 oleh Universitas Wollongong menemukan, murid perempuan sengaja duduk pada jam istirahat makan siang karena mereka khawatir rok yang dipakai akan tersingkap.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Virus Corona Hantui Jepang, Catatkan Kasus Tertinggi Kedua Setelah China

Virus Corona Hantui Jepang, Catatkan Kasus Tertinggi Kedua Setelah China

Internasional
14 dari 300 Warga AS yang Dievakuasi dari Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

14 dari 300 Warga AS yang Dievakuasi dari Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

Internasional
Virus Corona Merebak, Kaisar Jepang Batalkan Perayaan Ulang Tahun

Virus Corona Merebak, Kaisar Jepang Batalkan Perayaan Ulang Tahun

Internasional
Kisah Orang Afrika Pertama yang Terpapar Virus Corona dan Sudah Sembuh

Kisah Orang Afrika Pertama yang Terpapar Virus Corona dan Sudah Sembuh

Internasional
40 Warga AS di Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

40 Warga AS di Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

Internasional
Kisah Pasien Singapura Sembuh dari Virus Corona: Rasanya Seperti Mau Mati

Kisah Pasien Singapura Sembuh dari Virus Corona: Rasanya Seperti Mau Mati

Internasional
Mengira Tertular Virus Corona, Mahasiswa Asing di Arab Saudi Bunuh Diri

Mengira Tertular Virus Corona, Mahasiswa Asing di Arab Saudi Bunuh Diri

Internasional
Perawat Ini Alami Diskriminasi Saat Merawat Pasien Virus Corona

Perawat Ini Alami Diskriminasi Saat Merawat Pasien Virus Corona

Internasional
Trump Minta Rusia untuk Berhenti Dukung Kekejaman Suriah

Trump Minta Rusia untuk Berhenti Dukung Kekejaman Suriah

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona Per 17 Februari 2020 Capai 1.765 Orang

Korban Meninggal Virus Corona Per 17 Februari 2020 Capai 1.765 Orang

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] China Keluhkan Negara yang Bereaksi Berlebihan | Murid Australia Nyanyikan 'Abang Tukang Bakso' untuk Jokowi

[POPULER INTERNASIONAL] China Keluhkan Negara yang Bereaksi Berlebihan | Murid Australia Nyanyikan "Abang Tukang Bakso" untuk Jokowi

Internasional
Wabah Virus Corona dalam Angka Per 16 Februari 2020

Wabah Virus Corona dalam Angka Per 16 Februari 2020

Internasional
Taiwan Umumkan Kasus Kematian Pertama Virus Corona

Taiwan Umumkan Kasus Kematian Pertama Virus Corona

Internasional
22 Hari 'Hilang di Tengah Wabah Virus Corona, Kim Jong Un Kembali Muncul

22 Hari "Hilang di Tengah Wabah Virus Corona, Kim Jong Un Kembali Muncul

Internasional
WNI di Singapura Tak Terlalu Khawatir di Tengah Wabah Virus Corona

WNI di Singapura Tak Terlalu Khawatir di Tengah Wabah Virus Corona

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X