Pemberontak Suriah di Daraa Serahkan Senjata Berat pada Pasukan Pemerintah

Kompas.com - 15/07/2018, 18:08 WIB
Deretan senjata yang diserahkan oleh kelompok pemberontak dari fraksi Jaish al-Islam kepada pemerintah Suriah di al-Dumayr, pada 22 April 2018 sebelum mereka dievakuasi. AFP/LOUAI BESHARADeretan senjata yang diserahkan oleh kelompok pemberontak dari fraksi Jaish al-Islam kepada pemerintah Suriah di al-Dumayr, pada 22 April 2018 sebelum mereka dievakuasi.

DARAA, KOMPAS.com - Kelompok pemberontak yang menguasai kota di selatan Daraa, Suriah, menyerahkan persenjataan berat mereka kepada pasukan pro-pemerintah, Sabtu (14/7/2018).

Diberitakan kantor berita SANA, para anggota kelompok oposisi di sekitar al-Balad, sebuah distrik di selatan provinsi Daraa yang dikuasai pemberontak, telah menyerahkan persenjataan berat termasuk amunisi dan peralatan lainnya kepada pemerintah Suriah.

Penyerahan itu dilakukan di bawah kesepakatan kelompok pemberontak dengan Rusia, sekutu kuat rezim Bashar al Assad.

Sehari sebelumnya, pasukan rezim Suriah bersama dengan pemberontak juga telah membongkar pagar pembatas dari tanah yang telah membagi kota selama bertahun-tahun. Demikian disampaikan koresponden AFP.

Baca juga: Pemberontak Suriah Sepakat Gencatan Senjata di Daraa

Di bawah kesepakatan yang telah tercapai antara kelompok pemberontak dengan rezim tersebut, wilayah Daraa, yang menjadi tempat berawalnya pemberontakan selama tujuh tahun di Suriah, telah resmi kembali ke kendali pemerintah.

Menurut SANA, kesepakatan yang dicapai dengan negosiasi dari Rusia itu menuntut kepada pemberontak untuk menyerahkan persenjataan berat dan menengah mereka dan "berdamai" secara resmi dengan pemerintah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sedangkan bagi anggota kelompok pemberontak yang tidak setuju dengan kesepakatan tersebut akan diizinkan untuk meninggalkan wilayah Daraa dengan aman menuju kantong pemberontak lainnya.

Saat kelompok pemberontak menyerahkan persenjataan mereka kepada pasukan pemerintah di puluhan kota di Daraa, tidak tampak adanya aktivitas pemindahan anggota pemberontak maupun warga sipil menuju wilayah kantong yang masih dikuasai oposisi di utara.

Kesepakatan Daraa menjadi yang terkini dicapai dalam rangkaian perjanjian rekonsiliasi, yang kerap didahului serangan militer secara besar-besaran di wilayah yang diincar.

Setelah berhasil menggunakan strategi itu untuk mengamabkan Damaskus dan wilayah strategis Suriah sejak 2015, Presiden Assad kini mengalihkan perhatiannya ke kawasan selatan.

Operasi pengambilalihan wilayah provinsi Daraa telah dimulai pada 19 Juni dengan bombardir yang dilakukan pasukan rezim Suriah didukung sekutu Rusia. Rangkaian serangan baru berakhir dengan gencatan senjata pada 6 Juli lalu.

Baca juga: Militer Suriah Serang Wilayah Daraa, 45.000 Penduduk Melarikan Diri

Pasukan rezim Suriah saat ini telah kembali menguasai sekitar 80 persen wilayah provinsi Daraa. Demikian menurut data dari Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang berbasis di Inggris.

Beberapa kawasan di barat provinsi masih berada di bawah kendali kelompok oposisi. Sementara untuk wilayah barat daya yang dikuasai kelompok yang berafiliasi dengan ISIS tidak masuk dalam kesepakatan gencatan senjata.



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.