Dideportasi, Pria Terduga Mantan Pengawal Bin Laden Ditahan Otoritas Tunisia

Kompas.com - 15/07/2018, 15:22 WIB
Ilustrasi pelaku kejahatan ditahan. THINKSTOCKIlustrasi pelaku kejahatan ditahan.

TUNIS, KOMPAS.com - Seorang pria berkewarganegaraan Tunisia yang diduga pernah bekerja sebagai pengawal Osama bin Laden ditahan setibanya di negara asal setelah dideportasi pemerintah Jerman.

Dikenal dengan nama Sami A oleh otoritas Jerman, namun oleh pemerintah Tunisia, pria tersebut dikenal bernama Sami Idoudi.

"Sami Idoudi telah ditahan sesuai dengan keputusan pengadilan oleh jaksa penuntut Tunisia," kata juru bicara kejaksaan Sofiene Sliti, pada Sabtu (14/7/2018), dilansir AFP.

Sliti menambahkan, penahanan terhadap Sami dilakukan karena tersangka dicurigai terlibat dalam kegiatan ekstrimis selama di Jerman, menyusul penyelidikan yang dilakukan oleh unit anti-terorisme.

Baca juga: Pria Tunisia Diduga Mantan Pengawal Bin Laden Dideportasi dari Jerman

Undang-undang di Tunisia memungkinkan kasus untuk diajukan terhadap warga negara yang dituduh melakukan kejahatan terorisme di luar negeri.

Pria berusia 42 tahun tersebut kembali ke Tunisia setelah dideportasi karena pengajuan suakanya yang ditolak pemerintah Jerman.

Namun sebelum benar-benar dapat dideportasi, Sami A diketahui telah tinggal, bahkan bekerja dan berkeluarga di Jerman selama lebih dari 20 tahun.

Upaya deportasi yang dilakukan pemerintah Jerman sebelumnya selalu dapat ditangguhkan karena adanya kekhawatiran akan hidup tersangka yang terancam jika pulang ke negaranya.

Kendati telah dipulangkan ke negaranya, sengketa hukum terkait deportasinya oleh pengadilan Jerman masih dilanjutkan, karena sebelum dideportasi pengadilan telah menerima pemberitahuan penangguhan, namun pesawat yang membawa tersangka dilaporkan sudah berangkat.

Pengadilan mengatakan keputusan deportasi Sami A adalah ilegal dan menuduh pihak berwenang telah secara sadar berupaya menentang perintah penangguhan dan segera menyelesaikan proses transfer tersangka kepada otoritas Tunisia.

Namun pihak otoritas Tunisia mengaku belum menerima permintaan tertulis resmi untuk mengembalikan Sami A ke Jerman. Dia juga tidak dapat mengkonfirmasi apakah pihak berwenang Tunisia bermaksud mengirimkan tahanannya kembali ke Jerman.

Sami A selalu membantah tuduhan yang menyebut dirinya pernah bekerja dengan pemimpin Al Qaeda, Osama bin Laden.

Selama di Jerman, Sami A telah diharuskan untuk wajib lapor ke kantor polisi secara rutin. Namun tidak pernah ditahan karena tidak pernah melakukan pelanggaran selama tinggal di Jerman.

Baca juga: Putra Osama bin Laden Ajak Warga Saudi Melawan Pemimpinnya

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X