Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 14/07/2018, 18:30 WIB

CHIANG RAI, KOMPAS.com - Remaja anggota tim sepak bola yang terjebak di goa kawasan utara Thailand mengucapkan terima kasih dalam sebuah video.

Anggota tim sepak bola Mu Pa (Wild Boar) yang terperangkap di Goa Tham Luang dalam video terlihat duduk di ranjang mereka sambil mengenakan masker.

Diberitakan Daily Mirror Sabtu (14/7/2018), mereka mengatupkan tangan, dan berterima kasih kepada para relawan yang sudah berjuang menolong mereka.

Baca juga: Tiga Penyintas Goa Dapat Status Warga Negara Thailand dalam 6 Bulan

"Saya ingin mengucapkan terima kasih atas dukungan dan para relawan yang telah menolong kami," tutur Pipat Photi (Nick).

"Terima kasih kepada para relawan. Jangan khawatir, kami baik-baik saja sekarang," ujar Phanumart Saengdee (Mik).

Menteri Kesehatan, Piyasakol Sakolsatayadorn berkata, 12 remaja dan pelatihnya, Ekapol Chanthawong, bakal keluar Kamis (19/7/2018).

"Kami harus mempersiapkan anak-anak itu dan keluarganya ketika mereka keluar dari rumah sakit," tuturnya.

Antara lain dengan melarang keluarga maupun kerabat mereka untuk tidak melakukan wawancara dengan media.

Sebab, wawancara tersebut bisa memberikan dampak negatif kepada kesehatan mental 12 remaja tersebut.

"Saat ini, kami harus saling bekerja sama untuk memulihkan kondisi fisik dan mental remaja itu karena perjalanan mereka masih panjang," ujar Sakolsatayadorn.

Sakolsatayadorn menjelaskan, beberapa remaja itu mengalami penurunan berat badan hingga lima kilogram akibat terjebak selama 18 hari.

Namun, selama dirawat, mereka sudah menunjukkan kemanjuan dalam nafsu makan, dan mulai mendapatkan kembali berat badan ideal mereka.

Beberapa remaja itu sudah tidak sabar untuk menikmati makanan kesukaan mereka setelah berada di rumah.

"Saya ingin nasi babi goreng kering dan nasi babi panggang," tutur Nick. "Saya ingin menikmati nasi," kata Duangphet Promthep (Tom).

Kisah ke-12 remaja dan seorang pelatih yang terperangkap menjadi perhatian dunia, dan mengundang para relawan dari seluruh dunia untuk membantu.

Operasi untuk menyelamatkan 13 anggota Mu Pa itu pertama dilaksanakan pada Minggu (8/7/2018), dan sukses mengeluarkan empat remaja.

Kemudian dalam penyelamatan Senin (9/7/2018), mereka berhasil mengeluarkan empat lagi dengan puncaknya Rabu (10/7/2018), lima orang tersisa berhasil dikeluarkan.

Sayangnya, dalam operasi internasional itu, seorang relawan penyelam, Saman Kunan, tewas pada Jumat pekan lalu (6/7/2018).

Baca juga: Tim Sepak Bola Remaja Thailand Dibius sebelum Dievakuasi Keluar dari Goa

Kunan yang merupakan eks anggota Angkatan Laut Thailand tewas karena diduga kekurangan oksigen ketika membantu tim sepak bola itu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.