Kompas.com - 14/07/2018, 18:05 WIB
Seorang warga Inggris menunjukkan penolakannya terhadap Presiden AS Donald Trump yang tiba di resor golf Turnberry, Glasgow, Skotlandia. AFP/ANDY BUCHANANSeorang warga Inggris menunjukkan penolakannya terhadap Presiden AS Donald Trump yang tiba di resor golf Turnberry, Glasgow, Skotlandia.
|

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Gedung Putih untuk kesekian kalinya disorot karena membuat pernyataan publik yang keliru, kali ini terkait kunjungan Presiden Donald Trump ke Inggris.

Lewat akun Twitter resmi, staf Gedung Putih melakukan sebuah blunder setelah memunculkan kesan bahwa Skotlandia bukan bagian dari Inggris Raya.

"Hari ini @realDonaldTrump dan @FLOTUS minum teh bersama yang mulia Ratu Elizabeth II di Istana Windsor sebelum meninggalkan Inggris."

Baca juga: Balon Bayi Raksasa Bikin Trump Merasa Tak Diinginkan di London

Netizen dengan cepat menekankan bahwa Trump tidak meninggalkan Inggris tetapi dia berkunjung ke Skotlandia pada Jumat (13/7/2018).

Para netizen kemudian mengecam pernyataan Gedung Putih ini sembari menyebut tim Presiden Trump perlu mendapat pelajaran geografi.

"Dia masih di Inggris Raya, bodoh!" kata pengguna Twitter, Emma Kennedy.

Sebuah cuitan akun resmi Gedung Putih yang banyak dikecam warga Inggris.Twitter/Mirror Sebuah cuitan akun resmi Gedung Putih yang banyak dikecam warga Inggris.

Sedangkan netizen lainnya mencoba menjelaskan posisi Skotlandia di dalam Kerajaan Inggris Raya.

Setelah mendapatkan banyak kritikan netizen Inggris, Gedung Putih menghapuskan cuitan tersebut.

Pada Jumat, Air Force One mendarat di bandara Prestwick Glasgow. Di sana Presiden Trump dijadwalkan menghabiskan akhir pekan di resir golf Turnberry miliknya.

Sebelumnya, di London  Trump mendapat tentangan warga Inggris saat melakukan kunjungan resmi dua hari ke negara itu untuk bertemu Ratu Elizabeth dan PM Theresa May.

Baca juga: Trump: Brexit Bisa Membunuh Prospek Perdagangan Inggris-AS

Saat tiba di lapangan golf Turnberry pun aksi protes tak berhenti. Saat itu, seorang peterjun payung dari Greenpeace muncul sambil membentangkan spanduk.

"Trump Well Below Par," demikian isi spanduk itu dengan menggunakan istilah dari olahraga golf.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Mirror
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.