Pria Tunisia Diduga Mantan Pengawal Bin Laden Dideportasi dari Jerman - Kompas.com

Pria Tunisia Diduga Mantan Pengawal Bin Laden Dideportasi dari Jerman

Kompas.com - 13/07/2018, 23:49 WIB
Ilustrasi deportasi.THINKSTOCKPHOTOS Ilustrasi deportasi.

BERLIN, KOMPAS.com - Seorang pria berkewarganegaraan Tunisia yang diduga pernah menjadi pengawal Osama bin Laden dideportasi oleh pemerintah Jerman, pada Jumat (13/7/2018).

Langkah pemulangan tersebut diambil setelah lebih dari sepuluh tahun sejak permohonan suakanya ditolak pertama kali.

Pria berusia 42 tahun yang diidentifikasi hanya dengan nama Sami A tersebut dilaporkan telah tinggal di Jerman selama lebih dari 20 tahun.

"Saya telah dapat mengkonfirmasikan bahwa Sami A telah dikirim pulang ke Tunisia pagi ini dan telah diserahkan kepada otoritas Tunisia," kata juru bicara Kementerian Dalam Negeri Jerman, Annegret Korff, menanggapi laporan dari surat kabar ternama, Bild.

Pemerintah Jerman dalam beberapa bulan terakhir tengah menggencarkan upaya pemulangan para pencari suaka yang gagal.

Namun Sami A, telah berulang kali dapat menangkap upaya deportasi dengan mengatakan nyawanya akan terancam hukuman mati jika dia kembali ke tanah airnya.

Baca juga: Putra Osama bin Laden Ajak Warga Saudi Melawan Pemimpinnya

Bahkan hingga satu hari sebelum pemulangan, pengadilan kota Gelsenkirchen telah menentang upaya deportasi Sami A dengan berkeras beralasan bahwa tersangka berpotensi menghadapi penyiksaan dan perlakuan tidak manusiawi di negaranya.

Akan tetapi upaya penangguhan keputusan deportasi baru sampai ke otoritas federal pada Jumat pagi, setelah penerbangan yang membawa Sami A ke Tunisia berangkat. Demikian diberitakan kantor berita DPA.

Selama tinggal di Jerman, Sami A yang dianggap sebagai ancaman terhadap keamanan negara atas dugaan hubungannya dengan kelompok teroris, diwajibkan untuk melapor ke polisi selama bertahun-tahun.

Sami A selalu membantah terlibat sebagai mantan pengawal Bin Laden.

Meski demikian, hakim dalam kasus teror di kota Muenster, Jerman, pada 2015 meyakini Sami A telah menjalani pelatihan militer di sebuah kamp milik Al Qaeda di Afghanistan pada 1999 hingga 2000.

Otoritas Jerman telah menolak permohonan suaka Sami A pada 2007 silam, namun upaya jaksa untuk memulangkannya berulang kali ditangguhkan pengadilan karena dugaan bahaya penyiksaan yang akan menimpa tersangka di Tunisia.

Namun setelah sebuah keputusan pengadilan bulan lalu, terhadap warga Tunisia terduga serangan ke museum Bardo pada 2015 di Tunisia, membuka peluang untuk memulangkan Sami A.

Baca juga: Pemerintah Filipina Deportasi Biarawati asal Australia

Dalam persidangan tersebut, hakim Jerman mendapati bahwa Tunisia telah memberlakukan moratorium hukuman mati sejak 1991, sehingga kekhawatiran akan hidup Sami A yang terancam tidak terbukti.

Melihat hal tersebut, Menteri Dalam Negeri Jerman Horst Seehofer pun mendesak kepada petugas migrasi untuk menjadikan kasus Sami A sebagai yang selanjutnya diprioritaskan.


Terkini Lainnya

Sudirman Said: 'Lebay' jika Pembelian Saham Freeport Disebut Nasionalisme

Sudirman Said: "Lebay" jika Pembelian Saham Freeport Disebut Nasionalisme

Nasional
Jalan KH Noer Ali Diperbaiki, Dishub Bekasi Alihkan Arus Lalu Lintas

Jalan KH Noer Ali Diperbaiki, Dishub Bekasi Alihkan Arus Lalu Lintas

Megapolitan
Fadli Zon Nilai Puisinya 'Doa yang Ditukar' Digoreng Sejumlah Pihak

Fadli Zon Nilai Puisinya "Doa yang Ditukar" Digoreng Sejumlah Pihak

Nasional
Ganjar Pranowo: Kalau Salah Pilih Pemimpin Bisa 'Gelo'

Ganjar Pranowo: Kalau Salah Pilih Pemimpin Bisa "Gelo"

Regional
Polemik Puisi 'Doa yang Ditukar', Fadli Zon akan Bertemu Mbah Moen

Polemik Puisi "Doa yang Ditukar", Fadli Zon akan Bertemu Mbah Moen

Nasional
KPU: WNI di Luar Negeri akan Ikuti Pemilu 2019 Lebih Awal

KPU: WNI di Luar Negeri akan Ikuti Pemilu 2019 Lebih Awal

Nasional
'Jangan Sampai Energi Masyarakat Habis hanya untuk Membahas Hoaks...'

"Jangan Sampai Energi Masyarakat Habis hanya untuk Membahas Hoaks..."

Regional
Pemasangan Tiang Tol Becakayu Selesai, Ada Perubahan Arus Lalin di Caman Bekasi

Pemasangan Tiang Tol Becakayu Selesai, Ada Perubahan Arus Lalin di Caman Bekasi

Megapolitan
Trump Diajukan Jepang Jadi Peraih Nobel Perdamaian? Ini Tanggapan Abe

Trump Diajukan Jepang Jadi Peraih Nobel Perdamaian? Ini Tanggapan Abe

Internasional
Salah Hitung, KPU Mamasa Masih Kekurangan 68 Kotak Suara

Salah Hitung, KPU Mamasa Masih Kekurangan 68 Kotak Suara

Regional
Kisah 2 Eks Tentara Anak Saat Konflik Ambon: Dulu Saling Membenci, Kini Berkolaborasi

Kisah 2 Eks Tentara Anak Saat Konflik Ambon: Dulu Saling Membenci, Kini Berkolaborasi

Regional
Lika-liku Seputar Kekayaan Ratu Elizabeth II dan Keluarga Kerajaan

Lika-liku Seputar Kekayaan Ratu Elizabeth II dan Keluarga Kerajaan

Internasional
 BKSDA Aceh Catat 8 Kasus Gajah Masuk ke Pemukiman di Aceh Timur

BKSDA Aceh Catat 8 Kasus Gajah Masuk ke Pemukiman di Aceh Timur

Regional
Dukung Jokowi, Ma'ruf Amin Akan Hadir Saat Debat Kedua Pilpres

Dukung Jokowi, Ma'ruf Amin Akan Hadir Saat Debat Kedua Pilpres

Nasional
Cerita Rahman Lolos dari Maut: Lari saat Bebatuan Longsor Menghujani Atap Rumah

Cerita Rahman Lolos dari Maut: Lari saat Bebatuan Longsor Menghujani Atap Rumah

Regional

Close Ads X