Ikut Latihan Perang di Rusia, China Kirim Jet hingga Pembom Strategis

Kompas.com - 13/07/2018, 22:41 WIB
Pesawat angkut IL-76 milik angkatan udara Tentara Pembebasan China (PLA). AFP / POOL / RICHARD WAINWRIGHTPesawat angkut IL-76 milik angkatan udara Tentara Pembebasan China (PLA).

BEIJING, KOMPAS.com - Angkatan Udara China berencana mengirimkan pesawat pembom strategis, jet tempur dan pesawat angkut untuk ambil bagian dalam latihan perang yang akan digelar di Rusia pada bulan ini.

Langkah tersebut diambil sebagai salah satu upaya yang dilakukan Beijing dalam usaha meningkatkan hubungan di bidang pertahanan dengan Moskwa.

Agenda latihan militer internasional di Rusia tersebut dijadwalkan berlangsung pada 28 Juli mendatang.

Selain China dan tuan rumah Rusia, latihan militer bersama juga akan diikuti angkatan udara dari Belarusia, Azerbaijan, Kazakhstan, dan Armenia.

Baca juga: Hentikan Latihan Perang dengan Korsel, AS Hemat Rp 201 Miliar

Di antara deretan pesawat udara yang dikirim China ke Rusia, termasuk di dalamnya yakni pesawat pembom H-6K yang kerap diturunkan dalam misi patroli di sekitar Laut China Selatan dan Selat Taiwan.

Selain itu juga akan dikerahkan pesawat pembom strategis dan pesawat angkut, Y-9.

"Ini menjadi kali pertama pesawat dengan jarak tempuh 7.800 kilometer itu diikutsertakan dalam latihan perang lintas negara," kata juru bicara angkatan udara Tentara Pembebasan Rakyat (PLA), dilansir SCMP, pada Kamis (12/7/2018).

Sementara, pesawat pembom H-6K, yang dilengkapi dengan rudal jelajah udara berjarak tempuh 1.600 kilometer, sebelumnya sempat dikirim dalam misi latihan lepas landas di pulau Laut China Selatan pada Mei.

Sedangkan, pesawat jet tempur militer yang dikirim ke Rusia di antaranya jet tempur J-10A, jet pembom JH-7A dan pesawat angkut IL-76.

Pensiunan kolonel PLA, Yue Gang mengatakan, tujuan utama China ambil bagian dalam latihan militer tersebut adalah untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan pesawatnya.

"Sulit untuk mengetahui kesenjangan antara pesawat China dengan yang digunakan oleh angkatan udara negara lain tanpa bergabung dengan latihan militer luar negeri seperti ini," ujarnya.

Menurutnya, tujuan utama China adalah untuk belajar dari angkatan udara yang maju milik Rusia.

"Angkatan udara China ingin belajar dari Rusia tentang pengembangan perangkat keras dan pelatihan pilot," tambahnya.

Baca juga: AS dan 18 Negara NATO Gelar Latihan Perang di Perbatasan Rusia



Sumber SCMP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X