Delapan Badak Hitam yang Langka Mati Usai Dipindah ke Tempat Baru - Kompas.com

Delapan Badak Hitam yang Langka Mati Usai Dipindah ke Tempat Baru

Kompas.com - 13/07/2018, 21:42 WIB
Seekor badak hitam betina ini adalah salah satu yang akan dipindahkan ke lokasi baru dari Taman Nasional Nairobi pada 26 Juni 2018.

AFP/TONY KARUMBA Seekor badak hitam betina ini adalah salah satu yang akan dipindahkan ke lokasi baru dari Taman Nasional Nairobi pada 26 Juni 2018.

NAIROBI, KOMPAS.com - Sebanyak delapan ekor badak hitam yang amat langka mati setelah dipindahkan ke suaka margasatwa baru di wilayah selatan Kenya, Jumat (13/8/2018).

Menteri Turisme dan Alam Liar Kenya Najib Balala memerintahkan Kenya Wildlife Service (KWS) segera menunda proses relokasi badak hitam menyusul insiden ini.

Sejauh ini KWS, badan pemerintah Kenya yang bertanggung jawab atas masalah kehidupan liar di negeri itu, belum memberikan komentar.

Baca juga: Setelah Punah 50 Tahun, Badak Hitam Kembali ke Republik Chad

Relokasi hewan-hewan terancam punah bisanya dilakukan dengan cara membius mereka lalu menyadarkan mereka di lokasi baru.

Prosedur ini memang amat berisiko tetapi kematian dalam jumlah besar dalam satu kali proses belum pernah terjadi sebelumnya.

Antara 2005 hingga 2007 sebanyak 149 ekor badak telah dipindahkan dengan cara yang sama.

Dengan kematian delapan badak hitam ini maka angka kematian badak hitam dalam proses pemindahan menjadi 16 ekor.

Badak-badak hitam ini dipindahkan dari Nairobi dan Taman Nasional Danau Nakuru ke Tsavo Timur bulan lalu dalam sebuah operasi bernama sandi Balala.

Kementerian Turisme mengatakan, berdasarkan investigasi awal kematian delapan badak itu kemungkinan disebabkan "keracunan garam" setelah minum air yang berbeda di tempat baru mereka.

Kementerian Turisme menjanjikan laporan lengkap pekan depan dan menegaskan akan menjatuhkan sanksi jika terjadi kesalahan dalam prosedur pemindahan hewan-hewan langka itu.

Pakar konservasi Kenya Paula Kahumbu mengatakan, para pejabat harus bertanggung jawab dan menjelaskan masalah ini dengan jelas serta cepat.

"Sejumlah badak mati, kita harus secara terbuka mengatakan apa yang terjadi, bukan seminggu lagi atau sebulan lagi," kata Paula.

Baca juga: Pemburu Gelap Tembak Mati Tiga Badak Hitam Langka di Kenya

"Sesuatu yang salah telah terjadi dan kami ingin mengetahui apa itu," tambah dia.

Organisasi Save the Rhinos memperkirakan hanya terdapat kurang dari 5.500 ekor badak hitam di seluruh dunia dan semuanya berada di Afrika.

Sedangkan Worldwide Fund for Nature menyebut, jumlah badak hitam di Kenya berada dalam kisaran 750 ekor.

 



Close Ads X