Wali Kota di California Ingin Larang Penggunaan Dasi di Tempat Kerja - Kompas.com

Wali Kota di California Ingin Larang Penggunaan Dasi di Tempat Kerja

Kompas.com - 13/07/2018, 20:18 WIB
Ilustrasi dasiShutterstock Ilustrasi dasi

LANCESTER, KOMPAS.com - Seorang wali kota di California selatan mengatakan ingin melarang penggunaan dasi di tempat kerja dengan alasan sebuah penelitan telah membuktikan jika dasi dapat mengganggu aliran darah ke otak.

Wali Kota Lancaster, California, R Rex Parris, mengatakan pihaknya untuk membuat aturan di kotanya yang melarang penggunaan dasi di tempat kerja.

Dia mengaku mendapatkan gagasan tersebut setelah membaca sebuah blog sains yang mengklaim jika penggunaan dasi dapat mempersempit aliran darah menuju otak hingga 7,5 persen. Demikian diberitakan Los Angeles Times, Kamis (12/7/2018).

"Saya telah menghabiskan waktu beberapa jam setiap pekan dengan bersepeda untuk meningkatkan aliran darah ke otak, dan ternyata setiap pagi saya justru menguranginya dengan memakai dasi," kata Parris.

Baca juga: Bahaya Pakai Dasi Terlalu Ketat

Melansir New York Post, gagasan yang diusulkan Parris sebenarnya muncul di masa ketika kehadiran dasi di perusahaan AS telah semakin memudar.

Pada 2015, Komisi Hak Asasi Manusia New York telah mengeluarkan panduan tentang perlindungan identitas dan ekspresi gender, yang mengklarifikasi paksaan terhadap penggunaan dasi pada laki-laki atau rok untuk perempuan dapat dianggap sebagai pelanggaran hukum.

"Saya pikir bukan tindakan tepat untuk membuat siapa pun melakukan sesuatu yang telah diketahui merugikan kesehatan, terutama jika itu berdasarkan pada gender," tambah Parris.

Namun menjadikan larangan tersebut sebagai sebuah aturan dalam berpakaian, terutama jika menyangkut perusahaan swasta, maka persoalan hukum dimungkinkan akan muncul.

Menurut Pengacara Wilayah, Michael Colantuono, kasus seperti ini belum pernah terjadi sebelumnya.

Wali Kota Parris telah menyampaikan gagasan itu dalam rapat dewan kota pada Selasa (10/7/2018) lalu dan untuk mengesahkannya, pihak dewan kota menuntut bukti yang mengaitkan penggunaan dasi dengan gangguan kesehatan.

Baca juga: Simpul Dasi Keren, Mampu Menambah Kharisma Pria

"Saya sadar akan mendapat tantangan, namun saya selalu menjalani hidup dalam tantangan," kata Parris.

Parris, yang telah menekuni bidang hukum selama lebih dari 30 tahun, mengaku dirinya juga belum dapat sepenuhnya berhenti menggunakan dasi.


Komentar
Close Ads X