Kompas.com - 13/07/2018, 20:16 WIB
|

BEIJING, KOMPAS.com - China saat ini dikenal amat ambisius membangun infrastruktur di dalam negeri termasuk membangun jalur-jalur kereta api baru.

Salah satu keunggulan China adalah efisiensi dan kecepatan dalam bekerja. Hal itu terbukti pada Kamis (12/7/2018) saat sekelompok pekerja membangun sebuah jalur kereta api baru di wilayah selatan China.

Sebanyak 500 orang pekerja banting tulang menyambungkan dua jalur kereta api lama dengan jalur kereta api cepat yang baru di Stasiuan Hejiacun, kota Zhangjiajie.

Baca juga: China Bangun Stasiun Kereta Api Baru Hanya dalam Waktu 9 Jam

Dan, mereka sungguh bekerja dengan efektif dan cepat karena hanya dalam tempo 3,5 jam sambungan rel baru itu sudah terpasang.

Sebuah video yang dirilis China Tiesjiu Civil Engineering Group memperlihatkan proses pengerjaan jalur kereta api baru itu.

Video itu memperlihatkan bagaimana para pekerja mendorong rel baja itu bersamaan, memasang pemberat untuk menyeimbangkan rel, sebelum menambatkan rel lama dan yang baru.

Jalur baru yang dibangun itu adalah bagian dari rel kereta cepat Qian-Zhang-Chang sejauh 339 kilometer yang dijadwalkan selesai dibangun pada 2019.

Jalur kereta ini akan menghubungkan kota Chongqing yang padat dengan kota Changde di provinsi Hunan dan melintasi kota wisata Zhangjiajie. Demikian laporan harian People's Daily.

Dengan kecepatan hingga 200 kilometer per jam, kereta api ini bisa memangkas waktu perjalanan antara kota-kota di wilayah selatan China.

Saat ini, perjalanan kereta api dari Chongqing menuju Changsa, ibu kota provinsi Hunan membutuhkan waktu setidaknya 11 jam.

Jika jalur kereta api cepat ini selesai, maka  perjalanan antara kedua kota besar itu hanya membutuhkan waktu empat jam saja.

Baca juga: Pria di China Bangun Rumah 4 Lantai di Lahan Seluas 10 Meter Persegi

Ini bukan kali pertama para pekerja China mempertontonkan kinerja yang cepat nan efektif.

Pada Januari lalu, sebanyak 1.500 orang pekerja membangun jaringan rel kereta api baru di sebuah stasiun di provinsi Fujian hanya dalam waktu sembilan jam.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Daily Mail
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.