Kompas.com - 13/07/2018, 17:34 WIB

KOMPAS.com - Apakah Anda salah satu penggemar permainan berbentuk kubus yang diputar-putar agar setiap warna sisinya menjadi sama? Kubus Rubik.

Mainan paling populer sepanjang masa ini diciptakan oleh seorang profesor muda asal Hongaria, Erno Rubik. Dari namanya saja tercermin siapa penemu mainan rubik.

Dalam upaya menantang murid-muridnya, dia merancang sebuah kubus padat yang bisa diputar-diputar dan tidak berantakan.

Permainan ini menguji kemampuan otak untuk menyamakan setiap warna pada masing-masing sisi kubus.

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Malala Yousafzai, Melantang bagi Pendidikan Anak

Lalu, seperti bagaimana penemu rubik menciptakan mainan yang menghibur dunia melalui kubus kecilnya?

Kehidupan awal

Erno Rubik lahir pada 13 Juli 1944 di Budapest, Hongaria. Dia berasal dari keluarga terdidik, dengan ayahnya yang berprofesi sebagai insinyur pesawat terbang dan ibunya seorang penyair.

Sebagai insinyur penerbangan, ayahnya mendapat reputasi internasional atas keterampilannya.

Dari situlah Rubik mengambil nilai positif yang ditanamkan oleh ayahnya, yaitu sikap pantang menyerah bahkan jika itu berarti meraih sesuatu dengan tangan sendiri.

Pada 1958, dia mulai mempelajari seni pahat di sekolah seni, dan lulus empat tahun kemudian. Dia melanjutkan studinya di Universitas Teknologi Budapest, jurusan arsitektur.

Setelah lulus, dia bekerja sebagai arsitek antara 1971 hingga 1975. Selanjutnya, dia menjadi profesor desain interior di almamaternya.

Teka-teki tiga dimensi

Semasa mengajar sebagai profesor, dia mulai membuat desain teka-teki tiga dimesi yang kemudian dikenal sebagai kubus Rubik.

Dia tidak menciptakan kubus tersebut sebagai mainan yang bakal laris terjual, tapi dia justru mengembangkan minat terhadap aspek desain strukturalnya.

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Giorgio Armani, Perancang Busana Kelas Dunia

Dalam wawancara dengan CNN, dia mengungkapkan tujuan utama penciptaan kubus yakni menyodorkan masalah desain geometri tiga dimensi yang menarik kepada murid-muridnya.

Kubus Rubik terdiri dari 26 kubus kecil yang bergabung menjadi satu kubus besar dengan 6 sisi, masing-masing sisi memiliki sembilan kotak.

Setiap lapisan dapat berputar dan tumpang tindih dengan lapisan lainnya.

Setiap tiga kotak dalam satu baris dapat bergabung dengan lapisan baru dengan diputar secara horisontal atau vertikal, tetapi tidak secara diagonal.

Teka-teki dari permainan rubik ini harus dipecahkan agar setiap sisi dari kubus rubik memiliki warna yang sama.

Menurut Rubik, permainan yang dia ciptakan seperti berjalan-jalan di hutan dan menemukan pemandangan yang berbeda. Tapi Anda tidak dapat mengingat jalan pulang karena mengembara begitu jauh.

Pada 1974, dia menyelesaikan beberapa model teka-teki kubus pertamanya. Dia menyadari dengan memutar acak kubus-kubus itu, dia tidak akan pernah bisa mengembalikan ke bentuk awal sehingga mencoba mencari solusi yang logis.

Selanjutnya, Rubik mengajukan permohonan untuk mematenkan temuannya. Pada 1975, otoritas panten Hongaria mengabulkan permintaannya.

Miliarder di negara komunis

Dia berjuang untuk memproduksi kubus Rubik di tengah perekonomian Hongaria yang anjlok. Akhirnya, sebuah perusahaan kecil memproduksi mainannya dan dijual dengan harga terjangkau di seluruh negeri.

Saat itu, mainan tersebut memiliki nama "The Magic Cube". Permainan ini berikutnya dibeli oleh Perusahaan Ideal Toy kendati hanya terjual sedikit.

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Catherine II, Kaisar Perempuan Rusia

Seorang pengusaha dan ahli matematika Tibor Laczi mengetahui mainan ini dan memperoleh hak untuk menjualnya.

Laczi memperagakan kubus Rubik di pameran mainan Nuremberg dan membuat ahli mainan asal Inggris bernama Tom Kremer terkesan. Kremer memesan satu juta kubus Rubik dari Toy Ideal.

Mainan kubus tersebut lantas meraih pengakuan internasional. Seiring dengan itu, sang penemunya mejadi terkenal dan sukses. Rubik menjadi miliarder atas usaha sendiri yang pertama dari negara blok komunis.

Orang-orang membentuk klub untuk bermain bersama dan memecahkan teka-teki rubik.

Seorang siswa SMA berusia 16 tahun dari Los Angeles, Amerika Serikat, bahkan memenangkan kejuaraan dunia memecahkan kubus rubik yang diadakan di Budapest pada 1982.

Dia mampu menyelesaikan permainan itu hanya dalam waktu 22,95 detik. Para ahli dapat merampungkan kubus rubik dalam 24-28 langkah.

Peserta lomba berupaya memecahkan kubus Rubik dalam Rubiks Cube World Championship di Sao Paulo, Brasil, pada 17 Juli 2015. (AFP/Nelson Almeida) Peserta lomba berupaya memecahkan kubus Rubik dalam Rubiks Cube World Championship di Sao Paulo, Brasil, pada 17 Juli 2015. (AFP/Nelson Almeida)
Ikon 1980-an

Kubus Rubik menjelma menjadi ikon permainan pada era 1980-an dan diproduksi serta dijual ke seluruh dunia hingga saat ini.

Erno Rubik mendirikan yayasan untuk membantu calon penemu muda di Hongaria.

Selain Rubik's Cube, dia juga memproduksi mainan serupa seperti Rubik's Snake, Rubik's Magic, dan Rubik's 360.

Pada 2009, dia menerima penghargaan dari Uni Eropa sebagai Ambassador of the Year of Creativity and Innovation.

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Steve Irwin, Sang Crocodile Hunter

Pada 2014, dia dinobatkan sebagai Honorary Citizen of Budapest. Meski telah menerima sejumlah penghargaan ilmiah dan bergengsi lainnya, gelar ini menjadi sangat berarti bagi Rubik.

Berbicara tentang kehidupan pribadinya, dia menikah dengan Agnes Hegely dan memiliki empat anak bernama Agens, Anna, Erno Jr, dan Szonja.

Jarang tampil publik

Dia jarang membuat penampilan publik atau wawancara dengan media. Dia lebih suka menjalani hobinya, yaitu membaca dan berkebun.

Kini, Rubik telah memasuki usia 74 tahun. Orang selalu menganggapnya sebagai penemu mainan terlaris sepanjang masa.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.