Pasca-banjir, Otoritas Jepang Berjuang Pulihkan Pasokan Air Bersih

Kompas.com - 13/07/2018, 14:31 WIB
Penduduk memeriksa rumah mereka yang rusak akibat banjir di Mabi, Prefektur Okayama, Selasa (10/7/2018). (AFP/Martin Bureau) Penduduk memeriksa rumah mereka yang rusak akibat banjir di Mabi, Prefektur Okayama, Selasa (10/7/2018). (AFP/Martin Bureau)

KURASHIKI, KOMPAS.com - Otoritas di Jepang berjuang memulihkan pasokan air bersih di wilayah barat yang terdampak banjir, setelah hujan lebat menyebabkan banjir dan tanah longsor.

Sementara, masyarakat harus berjuang melawan suhu panas yang terik hingga suhunya melebihi 30 derajat Celcius. Selain itu, sampah mulai mengeluarkan bau busuk di jalanan berlumpur.

"Kami membutuhkan pasokan air kembali," kata Hiroshi Oka, seperti dilansir dari Channel News Asia, Jumat (13/7/2018).

Baca juga: Korban Tewas Banjir di Jepang Capai 199 Orang dan 60 Orang Hilang

Hiroshi merupakan salah satu warga yang membantu membersihkan area di distrik Mabi, kota Kurashiki, di mana sekitar 200.000 rumah tangga tidak mendapat pasokan air selama sepekan.

"Apa yang kami dapatkan hanyalah aliran air yang sedikit, dan kami tidak bisa menyiram toilet atau mencuci tangan," ucapnya.

Dia mendapat jatah air sebanyak 20 liter yang ditampung dalam tangki plastik. Namun, hanya sebagian terisi. Padahal, dia sudah menunggu hampir empat jam lamanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kendati pasokan air bersih di beberapa wilayah sudah pulih, namun para ahli masih berupaya untuk menemukan pipa saluran air yang rusak.

Suhu yang terus meningkat memicu kekhawatiran di antara penduduk di pengungsian. Mereka kemungkinan mendapat serangang penyakit karena tingkat kebersihan memburuk.

Juru bicara pemerintah Jepang Yoshihide Suga meminta penduduk yang berada di area terdampak banjir untuk mewaspadai cuaca panas dan hujan badai.

"Penduduk perlu mewaspadai kemungkinan longsor lebih lanjut," ucapnya.

Baca juga: Perdana Menteri Jepang Temui Para Korban Bencana Banjir dan Longsor

Lebih dari 70.000 militer, polisi, dan petugas pemadam kebakaran telah menyebar untuk mengatasi dampak banjir.

Pada laporan terbaru, pemerintah menyebut ada 204 korban tewas pada insiden bencana paling mematikan dalam 36 tahun terakhir akibat cuaca buruk tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.