Manfaatkan Kesempatan Gencatan Senjata, ISIS Rebut Desa di Selatan Suriah

Kompas.com - 12/07/2018, 20:48 WIB

DARAA, KOMPAS.com - Sebuah kelompok yang berafiliasi dengan ISIS dilaporkan telah merebut satu desa di Suriah selatan, pada Rabu (11/7/2018) malam.

Desa tersebut sebelumnya berada di bawah kendali kelompok pemberontak yang telah menyetujui gencatan senjata dan akan menyerahkan wilayah tersebut kepada pasukan rezim Suriah.

Sebagian besar wilayah provinsi selatan Daraa di Suriah tampak lengang sejak akhir pekan lalu, saat tercapainya kesepakatan gencatan senjata antara kelompok pemberontak dengan rezim Bashar al Assad yang didukung Rusia.

Namun kelompok Jaish Khaled bin Walid, yang berafiliasi dengan ISIS dan menguasai wilayah kecil di barat daya provinsi Daraa, tidak masuk dalam kesepakatan itu.

Pada Rabu (11/7/2018) maka, kelompok tersebut merebut dan menguasai Desa Heet, yang dekat dengan perbatasan Yordania. Demikian dilaporkan Observatorium Hak Asasi Manusia Suriah.

Baca juga: Pemberontak Suriah Sepakat Gencatan Senjata di Daraa

"Setelah terjadi bentrokan keras, kelompok Jaish Khaled bin Walid mengambil alih desa Heet meski ada serangan udara oleh pasukan rezim yang didukung Rusia," kata Kepala Observatorium, Rami Abdel Rahman.

Selama bentrokan tersebut, setidaknya 16 anggota pemberontak dan 12 anggota kelompok ISIS tewas, termasuk dua pelaku pembom bunuh diri.

Sejak 19 Juni, pasukan rezim Suriah telah berupaya menekan pengerahan militer dan menggencarkan negosiasi untuk merebut kembali wilayah Daraa dan provinsi Quneitra dari oposisi.

Keberhasilan pemerintah Suriah di wilayah yang berbatasan dengan Yordania dan Dataran Tinggi Golan yang dikuasai Israel bermakna penting karena merupakan tempat bermulanya pemberontakan pada tujuh tahun silam.

Rezim pemerintah Assad telah berhasil mengambil alih lebih dari 80 persen wilayah provinsi Daraa, serta lebih dari 60 persen wilayah negaranya sejak 2015.

Sementara sisanya masih di bawah kendali kelompok pemberontak dan juga kelompok ekstremis lain yang menentang pemerintah, termasuk yang berafiliasi dengan ISIS.

Perang sipil yang pecah di Suriah sejak 2011 telah menewaskan hingga lebih dari 350.000 orang serta jutaan warga lainnya yang terdampak.

Baca juga: Cegah ISIS Kembali, Irak Dirikan Pagar Kawat Berduri di Perbatasan Suriah

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.