Relawan Kisahkan Nyaris Celaka Saat Selamatkan Tim Bola dari Goa - Kompas.com

Relawan Kisahkan Nyaris Celaka Saat Selamatkan Tim Bola dari Goa

Kompas.com - 12/07/2018, 19:55 WIB
Foto yang dirilis Angkatan Laut Kerajaan Thailand memperlihatkan para penyelam AL tengah bersiap untuk melaksanakan operasi penyelamatan tim sepak bola remaja Wild Boar yang terjebak di Goa Tham Luang sejak 23 Juni lalu.AFP/ROYAL THAI NAVY/Handout Foto yang dirilis Angkatan Laut Kerajaan Thailand memperlihatkan para penyelam AL tengah bersiap untuk melaksanakan operasi penyelamatan tim sepak bola remaja Wild Boar yang terjebak di Goa Tham Luang sejak 23 Juni lalu.

MAE SAI, KOMPAS.com - Relawan yang membantu misi penyelamatan tim sepak bola remaja yang terjebak di goa bercerita bahwa operasi mereka nyaris celaka.

Komandan Chaiyananta Peeranarong, mantan tim elite SEAL Angkatan Laut Thailand, berkata insiden itu terjadi pada Selasa (10/7/2018).

Saat itu merupakan operasi terakhir untuk mengeluarkan sisa anggota tim sepak bola Mu Pa (Wild Boar) yang terjebak di Goa Tham Luang sejak 23 Juni.

Baca juga: Berkaca Kasus Thailand, Manusia Tidak Dilahirkan untuk Selusur Goa

Peeranarong mengatakan, awalnya tim berhasil mengeluarkan lima orang tersisa yang terdiri dari empat remaja dan pelatih mereka, Ekapol Chanthawong.

Setelah lima orang itu keluar, air tiba-tiba melonjak dan membanjiri 20 tim penyelamat yang masih berada di dalam goa.

Kepada AFP dikutip Channel News Asia Kamis (12/7/2018), Peeranarong berujar dia mendengar seorang pria Australia berteriak.

"Dia berteriak bahwa pompa untuk mengeluarkan air dari dalam goa tidak bekerja," tutur mantan prajurit berusia 60 tahun itu.

Peeranarong menjelaskan, jika pompa air tidak bekerja, maka satu-satunya peralatan yang memungkinkan adalah menggunakan alat selam.

Namun, sebagian besar regu penyelamat tidak punya. Jadi, mereka berpacu dengan waktu untuk segera keluar dari goa.

"Tepat setelah relawan terakhir keluar, air sudah mencapai kepala yang artinya sangat berbahaya jika tak memakai alat penyelam," bebernya.

Kisah ke-12 remaja dan seorang pelatih yang terperangkap menjadi perhatian dunia, dan mengundang para relawan dari seluruh dunia untuk membantu.

Operasi untuk menyelamatkan 13 anggota Mu Pa itu pertama dilaksanakan pada Minggu (8/7/2018), dan sukses mengeluarkan empat remaja.

Kemudian dalam penyelamatan Senin (9/7/2018), mereka berhasil mengeluarkan empat lagi dengan puncaknya Rabu (10/7/2018), lima orang tersisa berhasil dikeluarkan.

Sayangnya, dalam operasi internasional itu, seorang relawan penyelam, Saman Kunan, tewas pada Jumat pekan lalu (6/7/2018).

Kunan yang merupakan eks anggota Angkatan Laut Thailand tewas karena diduga kekurangan oksigen ketika membantu tim sepak bola itu.

Baca juga: Bantuan Asing Jadi Kunci Keberhasilan Penyelamatan Remaja dari Goa


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Komentar

Close Ads X