Kompas.com - 12/07/2018, 19:54 WIB
Presiden AS Donald Trump (kiri) berbicara dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dalam pertemuan APEC di Danang, Vietnam pada 11 November 2017. AFP/MIKHAIL KLIMENTYEVPresiden AS Donald Trump (kiri) berbicara dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dalam pertemuan APEC di Danang, Vietnam pada 11 November 2017.

BRUSSELS, KOMPAS.com - Presiden AS Donald Trump mengatakan pemimpin Rusia Vladimir Putin bukanlah musuhnya. Trump, pada Kamis (12/7/2018), mengatakan bahwa Putin lebih sebagai kompetitor daripada seorang musuh.

"Seseorang berkata apakah dia (Putin) adalah musuh? Bukan, dia bukan musuh. Apakah dia teman? Bukan, saya tidak terlalu mengenalnya, tapi setelah beberapa kali bertemu kami menjadi sangat baik," ujar Trump.

"Tetapi pada akhirnya, dia adalah seorang kompetitor. Dia mewakili Rusia dan saya mewakili Amerika Serikat," tambahnya.

"Semoga saja suatu hari nanti dia akan menjadi teman. Saya juga tidak tahu," ujar Trump dilansir AFP.

Trump dijadwalkan akan bertemu dengan pesaingnya itu di Helsinki pada 16 Juli mendatang.

Baca juga: Putin Ucapkan Selamat Hari Kemerdekaan AS ke Trump

Disampaikan Trump, pada kesempatan itu, dirinya akan membahas dengan Putin tentang perang sipil di Suriah, konflik di Ukraina dan juga dugaan atas campur tangan Rusia dalam pemilu AS 2016.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saya akan menanyakan pertanyaan favorit semua orang," kata Trump kepada wartawan saat konferensi pers di sela pertemuan NATO.

"Yang bisa saya lakukan adalah bertanya 'Apakah Anda melakukannya?' dan berkata 'Jangan lakukan lagi'. Dia mungkin akan membantahnya," lanjut Trump.

Selain masalah pemilu, isu yang juga diharapkan banyak pihak bakal dibahas dalam pertemuan bilateral AS-Rusia adalah mengenai Krimea, yang dicaplok Rusia dari Ukraina pada 2014, tindakan yang tidak diakui masyarakat dunia.

Namun para pakar menduga, Trump kemungkinan akan siap mengakui wilayah itu kepada Putin dengan imbalan kerja sama di Suriah.

"Apa yang akan terjadi pada Krime pada titik ini? Saya tidak bisa memberitahukan Anda, namun yang pasti saya tidak senang tentang Krimea."

"Apakah saya membiarkannya? Itu terjadi pada masa pemerintahan Barack Obama, bukan dalam pengawasan Trump. Saya tidak akan membiarkan hal itu," kata Trump.

Baca juga: Trump akan Bertemu Putin di Helsinki pada 16 Juli

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.