2019, Israel Kirim Pesawat Luar Angkasa Tak Berawak ke Bulan - Kompas.com

2019, Israel Kirim Pesawat Luar Angkasa Tak Berawak ke Bulan

Kompas.com - 12/07/2018, 19:15 WIB
Ilustrasi pendaratan pesawat luar angkasa tak berawak di bulan.ISRAEL NATIONAL NEWS / SPACEIL Ilustrasi pendaratan pesawat luar angkasa tak berawak di bulan.

YEHUD, KOMPAS.com - Israel mengumumkan rencana meluncurkan pesawat luar angkasa tanpa awak dan mendaratkannya di bulan pada 2019 mendatang. Misi ini akan menjadi pertama kalinya bagi Israel.

Melansir dari The New Arab, misi peluncuran pesawat tak berawak itu akan dilaksanakan pada Desember mendatang dan diharapkan pesawat tersebut sudah akan mendarat di bulan pada Februari 2019.

Melalui misi ini, Israel bermaksud mengukuhkan diri sebagai salah satu negara elit berteknologi tinggi dan menjadi salah satu negara yang pernah menyelesaikan misi ke bulan, setelah Uni Soviet, AS, dan China.

Misi ini diprakarsai oleh organisasi nirlaba SpaceIL bekerja sama dengan industri kedirgantaraan Israel, IAI.

Baca juga: Ingin Susul Jejak AS, Israel Segera Luncurkan Misi ke Bulan

Disampaikan SpaceIL dalam konferensi pers di Yehud, Israel tengah, pada Selasa (10/7/2018), pesawat tak berawak yang berbobot sekitar 585 kilogram tersebut akan diterbangkan menggunakan roket milik perusahaan, SpaceX.

Misi ini didanai oleh miliarder Israel Morris Kahn dengan total anggaran yang dikeluarkan mencapai 95 juta dolar (sekitar Rp 1,3 triliun).

"Bagi Israel untuk dapat ambil bagian di bulan bersama dengan tiga kekuatan global yang sudah ada di sana, akan menjadi sebuah pencapaian yang luar biasa dan akan memberikan rasa bangga yang benar-benar kita butuhkan," kata Kahn.

Setelah dapat mendarat di bulan, kapal tak berawak milik SpaceIL nantinya akan menancapkan bendera Israel di bulan dan akan mengirimkan data ke pusat kendali IAI di Israel.

"Kami akan menancapkan bendera Israel di bulan," kata CEO SpaceIL, Dr Ido Anteby dikutip dari media Israel, Arutz Sheva.

Dr Anteby memaparkan, pesawat luar angkasa tak berawak yang akan diluncurkan tersebut memiliki diameter sekitar 2 meter dan tinggi setengah meter.

Setelah diluncurkan, pesawat luar angkasa tersebut akan mengorbit di bumi sejauh 60.000 kilometer sebelum melepaskan diri dari roket milik SpaceX.

Selain itu, pesawat luar angkasa tak berawak Israel juga membawa misi penelitian medan magnetik bulan.

Baca juga: Operasi di Luar Angkasa akan Jadi Kendala, Seperti Apa?


Komentar

Close Ads X